Gianyar (Bisnis Bali) – Panen tembakau dilakukan dengan memetik dari daun yang sudah tua atau dari daun yang paling bawah. Selanjutnya dilakukan beberapa proses pengolahan agar tembakau siap dipasarkan. Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar I Nyoman Sutawan memaparkan, panen dilakukan secara bertahap, pemetikan daun sebanyak 5 – 8 kali tergantung kemasakan dan jumlah daun.

“Pemetikan daun dimulai dari bawah, dipetik 2 – 3 lembar daun setiap kali petik. Daun yang siap panen ditandai oleh perubahan warna daun, dari hijau menjadi kuning kehijauan, warna tulang daun putih atau hijau terang, tepi daun mengering, permukaan daun agak kasar dan tangkai daun mudah dipatahkan,” paparnya.

Panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari setelah embun menguap sampai siang hari. Daun yang telah dipetik segera diproses atau diolah menjadi tembakau rajangan. “Pengolahan tembakau rajangan terdiri dari 3 tahap kegiatan, yaitu pemeraman, perajangan dan penjemuran,” ungkapnya.

Sebelum proses pemeraman, daun tembakau disortasi agar diperoleh daun hijau yang ukurannya seragam. “Pemeraman dilakukan dengan cara mengatur daun, yaitu didirikan di rak pemeraman. Lamanya pemeraman tergantung dari posisi daun pada batang,” tukasnya. Daun koseran atau daun bawah, lama pemeraman 1-2 malam hingga warna daun tembakau setelah diperam menjadi hijau kekuningan.

Daun tengah memerlukan waktu peraman lebih lama yaitu sekitar 3 – 5 malam, dengan warna peraman hijau kekuningan sampai kuning merata. Sedangkan daun tengah yang tebal dan daun atas memerlukan waktu peraman 4 – 7 malam dengan warna daun peraman kuning merata sampai kuning kemerahan.

Setelah daun tembakau diperam, selanjutnya adalah proses perajangan. Perajangan biasanya dilakukan pada tengah malam sampai pagi, dengan tujuan hasil rajangan dapat segera dijemur pada pagi harinya.

“Tebal irisan rajangan daun tembakau antara 1.5 mm – 2.0 mm, pisau yang digunakan untuk merajang harus selalu tajam agar hasil rajangannya baik dan seragam. Setelah daun tembakau dirajang, kemudian tembakau rajangan dicampur merata dan diratakan di atas bambu yang diulat untuk dijemur,” paparnya.

Penjemuran hasil rajangan biasanya kering dalam 2 hari, tergantung panas matahari. Pada hari pertama rajangan di balik apabila lapisan atas sudah cukup kering.  Pada malam harinya, rajangan diembunkan untuk memperoleh warna hitam dan aroma yang berkualitas.

Setelah diperoleh warna yang sempurna dan tembakau lemas, maka tembakau siap dilipat untuk kemudian dikemas rapat diplastik dan siap jual. (pur)