Gianyar (Bisnis Bali) – Pramuka berperan strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Untuk mencetak generasi muda tangguh, BPR Kanti dengan Gugus Darma Tridatu Pramuka Kwartir Cabang Gianyar menggelar edukasi literasi keuangan BPR Kanti, Seminar Kesetaraan Gender,  Pramuka Menginspirasi dan Seminar Melek Digital di Balai Pusat Diklat BPR Kanti, Jalan Pudak No. 3 , Batubulan Gianyar, Sabtu (20/10).

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba mengatakan, kegiatan edukasi  literasi keuangan dan seminar ini digelar sebagai wujud kerja sama BPR Kanti dengan Gugus Darma Tridatu Pramuka Kwartir Cabang Gianyar, Yayasan Bali Sruti, Advokat Perempuan, dan melibatkan TIMES-Indonesia Network.

Seminar ini menyajikan berbagai materi terkait jurnalisme digital di era millenial. Kegiatan ini juga diisi kegiatan edukasi literasi keuangan karena Oktober ini bertepatan dengan bulan inklusi keuangan.

Seminar kesetaraan gender diharapkan memberikan pemahaman tentang posisi perempuan Bali di era kekinian. Perempuan punya hak sama tetapi tidak boleh mengabaikan perannya sebagai wanita Bali.

“Kesetaraan gender ini juga agar jangan sampai kebablasan,” ucap Made Arya Amitaba yang juga Ketua Alumni Gugus Gugus Darma Tridatu Pramuka Kwartir Cabang Gianyar.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sebagai Keynote Speaker menyatakan pramuka berperan strategis dalam pembentukan karakter (character building) generasi muda. Untuk itu peran pramuka harus terus ditumbuhkan dan dikuatkan karena penting dalam menghasilkan SDM berkualitas. Tokoh senior pramuka yang juga Wagub Bali Cok Ace mengapresiasi kegiatan seminar yang juga dirangkai dengan inklusi keuangan ini.

“Seminar yang digelar ini penting bagi generasi muda kita dan penguatan kesetaraan gender. Pembentukan karakter erat kaitannya dengan kesetaraan gender,” ujar Cok Ace.

Ia mengajak para pemuda untuk jangan menyia-nyiakan kemerdekaan yang diwariskan oleh para Pahlawan. “Kemerdekaan ini sebaiknya diisi dengan kegiatan belajar dengan giat dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang ada di masyarakat, serta ikut membantu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melihat seluruh kegiatan belajar-mengajar haruslah merujuk pada pelaksanaan pendidikan karakter yang bertujuan untuk membentuk penyempurnaan diri secara konsisten dan melatih kemampuan diri menuju arah yang lebih baik. Pendidikan karakter di sekolah bisa diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, OSIS, Pramuka dan lainnya.

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gianyar, Gusti Agung Sri Widiawati berharap pramuka dari Kwartir Cabang Gianyar mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Dalam konteks kesetaraan gender sah-sah saja perempuan Bali membantu suami mencari tambahan pengasilan, namun itu harus juga diimbangi dengan peran seorang Ibu.

“Jangan sampai hal-hal negatif mudah masuk ke anak kita, seperti narkoba, pergaulan bebas dan lainnya, hanya karena kita terlalu sibuk di luar dan lupa memperhatikan anak-anak di rumah,” ucap Putri Suastini Koster.

Seminar kesetaraan gender diisi Aktivis Bali Sruti, Gusti Ayu Diah Yunita, Advokat Perempuan Kadek Ary Pramayanty. Ketua Yayasan Bali Sruti, Luh Riniti Rahayu mengatakan perempuan Bali sudah menjadi bagian penggerak perekonomian Bali. Untuk mewujudkan kesetaraan gender perlu ada pembagian tugas yang tidak saling merugikan antara laki-laki (suami) dan perempuan (istri). (kup)