Bank Sasar Pertumbuhan Transaksi Kartu Kredit

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank masih mengandalkan pertumbuhan transaksi dari penggunaan kartu kredit menjelang akhir tahun. Berbagai upaya diterapkan bank untuk meningkatkan pertumbuhan transaksi kartu kredit.

Area Manager Bali & Nusa Tenggara Bank Mega, Ardhana Febrianaji di Nusa Dua mengatakan, jika melihat transaksi kartu kredit menjelang akhir tahun sebelumnya yang umumnya mengalami peningkatan, maka tahun ini diprediksi akan sama kondisinya.

“Bank tentu berharap terjadi kenaikan serupa pada Desember 2018,” katanya.

Untuk mendukung kenaikan transaksi kartu kredit, bank telah menyiapkan berbagai kemudahn termasuk menawarkan promo-promo dan diskon lewat paket liburan menggunakan kartu kredit.

“Perbankan menerapkan beberapa strategi untuk meningkatkan transaksi dan volume dari kartu kredit. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu lewat kemudahan dalam membeli tiket dan program paket wisata,” tegasnya.

Penggunaan kartu kredit bertumbuh namun volume masih kecil saat ini sehingga dengan menggandeng tour travel agar bisa meningkat transaksi hingga akhir tahun. Lewat pemesanan tiket liburan ke luar negeri momen akhir tahun, pihaknya menargetkan terjadi peningkatan penggunaan kartu kredit hingga 15 persen.

Keoptimisan pertumbuhan bisnis kartu kredit akan membaik mengingat minat masyarakat Bali untuk beriwisata ke luar negeri makin tumbuh sehingga penggunaan transaksi kartu kredit diharapkan ikut terangkat. Lewat paket tur, ia berharap selain sasarannya nasabah, juga dapat menyerap dari nasabah baru dalam hal ini masyarakat umum yang tidak memiliki kartu kredit nantinya dapat menggunakan kartu kredit.

Hal sama dikatakan bagian dana salah satu bank swasta, Yuliani, berbagai upaya dilakukan bank untuk mendongkrak pertumbuhan kartu kredit. Kemudahan bisa lewat diskon belanja di merchant tertentu hingga lewat pembelian tiket liburan.

Disinggung adanya potensi penipuan kartu kredit, ia memastikan setiap bank telah memiliki pencegahan, termasuk terkait penipuan card notpresent (CNP) yaitu ketika informasi pemilik kartu kredit dicuri dan digunakan secara ilegal tanpa keberadaan fisik kartu tersebut.

“Kasus penipuan seperti ini umum data diperoleh dengan cara penipuan berkedok hadiah atau reward dan nasabah membuka situs tertentu dan diminta mengisi data terlebih dahulu,” terangnya.

Untuk antisipasi bank selalu mengimbau kepada nasabah agar menghindari penggesekan ganda kartu kredit, meski di merchan langganan. Nasabah juga jangan pernah klik tautan apapun dalam email yang meminta informasi personal, meski pengirim email merupakan pihak bank langganan. (dik)