Terkesan Mewah, Kalung Berbatu Druzy Diincar Konsumen

Denpasar (Bisnis Bali) – Seiring tren yang kini digandrungi, perhiasan dengan batu alam serta sentuhan artistik kini jadi incaran. Selain rupa dan bentuknya yang unik dan ada kesan mewah, sentuhan personal perajin secara handmade juga makin membuat perhisan ini memiliki pasar.

Menurut salah seorang pebisnis wire jewelry, Annie Nugraha, batu alam bisa diaplikasikan pada varian kalung, gelang, cincin, giwang, hingga bros melalui wire jewelry.

“Batu alam adalah salah satu bahan yang dominan pada wire jewelry. Di antaranya adalah batu Druzy yang kini menjadi tren perhiasan batu,” ungkapnya.

Batu yang banyak ditemukan di area Pacitan ini memiliki keunikan dalam teksturnya, karena mengandung kristal di bagian dalam batu, sehingga tercipta bongkahan dengan kilau alami kristalnya yang indah dan mewah.

Proses pembuatan wire jewelry ini memakan waktu lama karena dibuat secara handmade yang diciptakan melalui ketelitian, kesabaran dan ketelatenan. Perhiasan dengan berbagai bentuk ini memang begitu memikat, dengan berbagai teknik mulai dari swirl (memuntir), haring bone, coiling dan masih banyak lagi.

“Selain diminati pasar domestik, varian ini bahkan sudah mampu menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di dunia,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Fajar Putra, salah seorang pebisnis wire jewelry lainnya.

“Selain pembuatan perhiasan yang didukung oleh teknologi terkini, Artfuli juga sangat peduli dengan pembuatan perhiasan dengan tangan (Handmade Jewelery),” katanya.

Fajar Putra mengatakan Wire Jewelry ini selain bisa untuk koleksi pribadi, juga bisa untuk bisnis sehingga bisa menjadi penghasilan sampingan (side income), terutama kaum hawa yang sangat punya potensi untuk melakukan bisnis hiasan.

“Biasanya perajin memiliki kendala apabila membuat perhiasan yang prosesnya melalui pembakaran atau api karena diperlukan keterampilan. Tetapi dengan wire jewelery, pembuatan perhiasan dari kawat bisa tanpa menggunakan api sama sekali,” jelasnya.

Keberadaan gerainya juga merupakan gerai pertama di Bali yang memberikan wadah saling tukar informasi segala hal tentang perkembangan dan seluk-beluk dunia desain perhiasan di seluruh dunia. Artfuli Manufacturer ini, memiliki fasilitas lengkap untuk pembuatan jewelry dengan teknologi terkini, seperti 3D Design.

“3D Printing, Moulding, Mesin Casting Full Otomatis (Automatic Vacuum & Pressure Casting Machine) untuk Gold, Silver, Brass, Bronze, Copper, Alpacca,” kata Fajar Putra.

Untuk proses penyelesaian (finishing), kata dia, pihaknya didukung oleh Silversmith yang rata-rata memiliki pengalaman di atas 15 tahun untuk pengerjaan ekspor. (aya)