Denpasar (Bisnis Bali) – Banyak mahasiswa belum familiar dengan produk bank perkreditan rakyat (BPR). Ketua Dewan Pimpinan Komisariat Perbarindo Kota Denpasar I Made Sumardhana Kamis (18/10) mengatakan, BPR tentunya wajib menggandeng perguruan tinggi swasta (PTS) dan sekolah untuk lebih mensosialisasikan dan mendekatkan produk dan layanan BPR kepada mahasiswa dan kalangan pelajar.

Komisaris BPR Pasar Umum ini mengungkapkan BPR terus berupaya melakukan edukasi dan literasi keuangan ke sekolah-sekolah, dan universitas. Ini agar kalangan pelajar dan mahasiswa melek dengan produk BPR.

Dengan memahami produk BPR, mereka akan mau mengakses jasa layanan BPR. Kegiatan  edukasi dan literasi ini juga bagian upaya meningkatkan inklusi keuangan di kalangan masyarakat.

Ia mencontohkan BPR Pasar Umum telah melakukan inklusi Keuangan di Sekolah SMP Widya Sakti Penatih Denpasar. Kegiatan edukasi tentu melibatkan jajaran komisaris, direksi dan staf marketing. Sementara dari Sekolah Widya Sakti tentu melibatkan Kepala Sekolah, Guru dan pelajar selaku peserta edukasi dan literasi keuangan.

Dalam peningkatan inklusi keuangan, BPR Pasar Umum wajib menjelaskan mengenai pemahaman mengenai perbankan dan produk-produk yang dimiliki perbankan khususnya BPR. Dengan materi yang jelas akan meningkatkan antusias para siswa mendengarkan penjelasan dan mengajukan berbagai pertanyaan tentang perbankan dan produknya.

Menurutnya, banyak produk dan layanan BPR yang sangat dekat dengan kebutuhan keuangan mahasiswa. Salah satu contoh tabungan beasiswa yang sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan saat kuliah.

Tabungan beasiswa ini penting sebab biaya masuk perguruan tinggi lumayan mahal. Ada juga kredit masuk perguruan tinggi bagi yang belum punya biaya kuliah dan juga belum menyiapkan tabungan beasiswa. Apalagi bunga yang cukup terjangkau antara 12-24 persen per tahun dan pembayaran bisa disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dan orangtuanya.

Pelajar diarahkan ikut tabungan beasiswa yang juga bisa digunakan untuk persiapan kuliah S-1, S-2 bahkan sampai S-3. BPR tentu juga menyediakan tabungan upacara agama, Simpel,  tabungan hari tua, tabungan berjangka lain dan produk kredit.

“Mahasiswa dan pelajar wajib lebih mengenal bank dan produk perbankan seperti BPR,” tegasnya.

Selain ke kalangan mahasiswa, BPR Pasar Umum juga melakukan edukasi literasi keuangan ke Pasar Rakyat Penatih yang merupakan pusat perdagangan dan ekonomi desa setempat. Para pedagang beserta kepal pasar tentu bisa meningkatkan inklusi keuangan.

Made Sumardhana menambahkan kegiatan edukasi literasi keuangan untuk meningkatkan inklusi keuangan secara periodik  dilaksanaka BPR Pasar Umum bersama BPR se-Kota Denpasar yg tergabung dalam DPK Perbarindo. Sebelumnya dilakukan edukasi dan ligerasi di 3  Perguruan Tinggi Swasta di Denpasar meliputi STIKI, AKABA dan AkuBank. (kup)