Denpasar (Bisnis Bali) – Travel Cina berlomba-lomba menjual paket murah berwisata ke Indonesia termasuk rute ke Bali. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Nyoman Nuarta Kamis (18/10) berharap pariwisata Bali jangan dijual murah kepada pasar Cina atau Tiongkok karena hanya merusak citra Bali.

Pariwisata Bali mesti tetap optimis akan tumbuh dan berkembang. Ini termasuk pelaksanaan perhelatan besar seperti IMF-World Bank Annual Meeting akan membuat pariwisata Bali semakin menggeliat.

Pelaksanaan even internasional yang berlangsung aman dan lancar di Bali akan membuat wisatawan datang ke Bali makin meningkat. Selain itu, kualitas wisatawan yang datang ke Bali diharapkan juga meningkat. Ini tentu diikuti stakeholder pariwisata Bali memberikan pelayanan yang semakin prima ke depannya.

Sektor pariwisata Bali tentu sangat menyayangkan upaya Travel Cina berlomba-lomba menjual paket murah berwisata ke Bali. Pariwisata Bali tentu tidak berharap hanya dikunjungi wisatawan kelas bawah yang hanya memesan produk wisata murah.

Nuarta meyakinkan destinasi Bali bukan merupakan destinasi murahan  untuk dikunjungi. Daya tarik wisata yang dijual murah hanya akan merusak citra pariwisata Bali. Menurutnya, pariwisata Bali wajib menjual produk wisata berkualitas. Produk berkualitas ini punya daya tarik yang sepadan bagi para pelancong dunia.

Diakuinya, akhir akhir ini Bali memang dihadapkan dengan masalah pemasaran pariwisata di luar negeri. Destinasi pariwisata Bali dijual murahan di Pasar Tiongkok. Ia melihat Bali dijual murah di Pasar Tiongkok merupakan tantangan yang harus segera diselesaikan. Ini dengan  melakukan pembenahan di segmen Pasar Tiongkok.

Nyoman Nuarta menambahkan Bali tidak perlu dipadati oleh wisatawan yang ecek-ecek (kelas bawah). Sudah saatnya Bali di banjiri oleh pelancong dunia yang berkualitas dan membawa dampak menyeluruh terhadap ekonomi Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. (kup)