Pelaku UKM mesti Siap Tingkatkan Kualitas dan Produksi

Denpasar (Bisnis Bali) –  Pelaku usaha kecil menengah ( UKM) Bali yang bergerak di berbagai bidang usaha memiliki tantangan tersendiri ke depan yakni meningkatkan kualitas produk dan kemampuan produksi setelah pelaksanaan International Monetary Fund (IMF) World Bank Group (WGB) sukses di Bali. Hal itu disampaikan praktisi ekonomi, Ida Bagus Udayana Putra, Rabu (17/10).

Kesiapan tersebut karena berbagai produk UKM sudah dikenal luas para buyer seiring mudahnya teknologi informasi sebagai wahana promosi produk UKM. Setelah helatan IMF tentu kesiapan UKM penting untuk menerima order yang masuk. Beberapa produk UKM tersebut misalnya perusahaan perhiasan emas dan perak, dan berbagai suvenir lainnya.

Peningkatan mutu produk selain meningkatkan harga jual juga daya saing produk lokal dalam persaingan ekspor. Menopang komitmen tersebut sudah tentu kesiapan sumber daya manusia ( SDM) pemotif, bahan bzku, kemasan, dan promosi sangatlah penting. Sebab dengan itu produk khas Bali akan makin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian.

Pengurus Kadin Kabupaten Buleleng, Ni Luh Gede Artiningsih menyampaikan dengan diselenggarakan IMF WBG di Bali yg dihadiri 189 negara baru – baru ini merupakan ajang promosi gratis bagi Indonesia khususnya Bali. Banyak investasi yang akhirnya disetujui terutama utk infrastruktur dan investasi lainnya termasuk pariwisata. Peluang  promosi pun tak disia – siakan  pelaku UKM). Mereka terlibat  mengadakan pameran di arena pelaksanaan IMF dan banyak mendapat respon serta order dari buyer yang adalah peserta IMF.

Selaku pengurus Kadin Artiningsih sangat mengapresiasi keberhasilan IMF WBG di Bali dan selain dampak positif bagi dunia usaha juga penghargaan luar biasa kepada  pemerintah Indonesia. “Saat sibuknya mengurusi musibah gempa mampu pula melaksanakan sidang IMF WBG dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan walsupun IMF sudah berakhir namun dia yakin dampsjnya poditif bagi dunia ussha di Bali khususnya. Para pelaku UKM setelah mereka mengikuti pameran , hasilnya  banyak BUMN berminat untuk menjadikan mitra binaan melalui CSR. Tantangan sekaligus peluang ke depan adalah – tergantung pelaku UKM untuk meningkatkan kinerja dan kualitas produksinya untuk mampu bersaing secara internasional. Kadin sudah siap mendorong serta memfasilitasi untuk mampu meningkatkan produksi dan pemasaran.  (gun)