Manisan Mangga Chokanan, Miliki Nilai Ekonomis

Denpasar (Bisnis Bali) – Manisan mangga disukai banyak orang, karena perpaduan rasa asam dan manis yang menggugah selera. Manisan ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani, bila mau melakukan pengolahan hasil panen.

Hampir semua jenis mangga dapat diolah menjadi manisan, termasuk jenis mangga chokanan. “Mangga chokanan kalau diolah menjadi manisan, rasanya sangat enak. Perpaduan rasa manis dan asam yang sangat pas, karena kita menggunakan buah yang mangkal belum terlalu matang sehingga masih ada rasa asamnya,” tutur Putu Ratna, pembuat manisan mangga di Jalan Gunung Rinjani, Perumnas – Denpasar.

Untuk membuat manisan mangga kering sebenarnya sangat mudah. “Bahannya cuma mangga, garam dan gula. Rebus gula terlebih dahulu hingga mendidih,” katanya. Sementara itu kupas mangga dan iris tipis – tipis. Setelah itu taburkan garam dan remas – remas mangga sampai sedikit layu dan diamkan sekitarĀ  satu jam.

Setelah satu jam, cuci mangga dan masukan dalam air gula. “Rendah dalam air gula selama satu hari, dan letakkan di lemari pendingin. Setelah satu hari tiriskan mangga, lalu tata dalam nampan dan jemur dibawah terik matahari langsung sampai kering,” terangnya.

Untuk membuat mangga benar2 kering dibutuhkan waktu sekitar tiga – empat hari. “Setelah kering, masukkan mangga dalam toples dan taburi gula pasir. Kocok toples sampai gula melekat dan semua mangga terkena gula,” ucapnya.

Manisan mangga siap untuk dipasarkan. Pemasaran manisan mangga sebenarnya sangat mudah karena hampir di setiap super market menjual manisan mangga. Produk ini juga bisa dipasarkan di pusat oleh-oleh.

Harga manisan mangga sangat beragam tergantung berat dan kemasannya. “Kalau saya menjumpai Rp15 ribu per kemasan kecil. Harganya memang cukup tinggi karena membutuhkan proses pembuatan yang cukup panjang,” pungkasnya. (pur)