Gianyar (Bisnis Bali) – BPJS Ketenagakerjaan mengklaim peserta bisa memperoleh manfaat langsung meski belum lama terdaftar. Itu berarti ahli waris sudah dapat merasakan manfaat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Bidang Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Hasni Hastuti mencontohkan kondisi ketika BPJS TK Kantor Cabang Bali Gianyar secara simbolis menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris pekerja yang meninggal atas nama Kadek Karisma Dewi yang baru terdaftar sebagai peserta selama  dua bulan.

“Ia terdaftar aktif sebagai peserta bukan penerima upah (BPU) pada Agustus 2018. Namun pada September 2018 tenaga kerja meninggal dunia dikarenakan sakit,” terangnya.

Atas meninggalnya Kadek Karisma Dewi, keluarga berhak atas santunan JKM berjumlah Rp24 juta yang terdiri dari santunan kematian Rp16,2 juta, biaya pemakaman 3 juta dan santunan berkala Rp4,8 juta.

Penyerahan itu dilakukan di kediaman Ida Bagus Adi Dwi Candra yang merupakan ahli waris dari tenaga kerja yang beralamat di Banjar Kutri, Singapadu Tengah, Sukawati. Santunan ini merupakan manfaat program yang bertujuan untuk mempertahankan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.

“Mewakili BPJS Ketenagakerjaan, kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga santunan yang kami berikan ini dapat sedikit membantu. Terlebih alhmarhum masih memiliki 1 orang putra yang masih kecil,” paparnya.

Terdaftarnya almarhum sebagai peserta BPU atau informal (diikuti secara mandiri). Meskipun bukan sebagai pekerja formal pada perusahaan, ia berhak mendapatkan perlindungan diri dari risiko sosial.

Program BPJS Ketenagakerjaan memang tiak hanya untuk pekerja formal di perusahaan-perusahaan. Dengan adanya program bagi para pekerja informal, freelance, dan lainnya harapannya seluruh pekerja mendapatkan hak yang sama untuk terlindung dari risiko sosial. (dik)