Amlapura (Bisnis Bali) – Aksi bersih-bersih digelar di bendungan atau dam Bajing, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen,  Karangasem, Minggu (14/10) kemarin. Dam itu merupakan alur sungai Telaga Waja, yang ramai digunakan rafting.

Kegiatan itu, kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Amerta Giri, Kadek Sujana Yasa, dalam rangka membersihkan alur sungai, khususnya di Dam bajing, sebab, di sana tersumbat. Banyak sampah,  batu dan lumpur serta potongan-potongan kayu yang menyangkut.

Potongan, dahan  dan ranting kayu hanyut saat banjir lumpur dan lahar dingin pasca erupsi Gunung Agung tahun lalu. Jalur rafting sungai Telaga Waja itu sempat lama tutup, karena selain rusak akibat banyak batu besar dan lumpur juga sampah dan batang pepohonan yang bergelimpangan di alur sungai jalur rafting itu.

‘’Kami bekerjasama dengan berbagai pihak dengan kami dari  Pokdarwis menggagas aksi bersih-bersih ini. Tujuannya, membersihkan sampah sehingga keindahan alur rafting dan Dam Bajing kembali terjaga,’’ ujar Sujana yasa yang juga anggota DPRD Karangasem itu.

Menurut Sujana Yasa yang juga Ketua Komisi II DPRD Karangasem, Dam Bajing merupakan rest area dan terjunan perahu rafting yang sangat indah. Nantinya, rest area itu dirancang mampu mendatangkan wisatawan, selain yang datang untuk rafting dari hulu yakni di jembatan Yeh Sah dan sekitarnya yang dulu sebelum erupsi Gunung Agung merupakan start point.

‘’Tak sekadar wisatawan rafting lewat di sungai dan beristirahat di Dam Bajing, kami berencana mengelola daya tarik wisata di Dam Bajing itu agar lebih banyak wisatawan datang. Sebab, lokasi itu sangat indah berupa hamparan lembah sungai Telaga Waja yang diapit perbukitan dan ada juga persawahan,’’ papar Sujana Yasa.

Belakangan, wisatawan yang rafting sudah ramai kembali. Diharapkan, operator wisata rafting juga ikut melakukan aksi bersih di lokasi masing-masing, sehingga jalur rafting itu kembali normal dan ramai seperti sebelum erupsi Gunung Agung.

Aksi bersih diikuti sebanyak 751 orang dari berbagai kalangan di antaranya 200 orang dari kalangan siswa SMP Satu Atap Sangkan Gunung dan gurunya 22 peserta guru dari SDN 5 Sangkan Gunung delapan orang, dari Trash Hero Candiddasa 15 orang, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali 60 orang, kantor Camat Sidemen dan Dinas Pariwisata Karangasem masing-masing 10 orang, delapan peserta dari Kantor Perbekel Sangkan Gunung, peserta dari Sekeha Teruna Sangkan Gunung dan Sekeha Teruna Semseman masing-masing 50 orang, dan dari Sekeha Teruna Banjar Pakel 116 orang ditambah Karama Banjar pakel 182 orang. ‘’Semuanya bersemangat dan mendukung dalam rangka menjalankan sadar wisata,’’ tandas Sujana Yasa.  (bud)