Tabanan (Bisnis Bali) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi yang dikomandoi Donni Ramli bersama Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melakukan entry meeting dalam rangka pengelolaan sampah di Kabupaten Tabanan, Jumat (12/10) di Ruang Kerja Bupati setempat.

Donni Ramli menegaskan, pengelolaan sampah menjadi permasalahan nasional juga Regional, karena Bali dikatakannya merupakan daerah destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Pengelolaan sampah merupakan salah satu kunci bagaimana supaya industri pariwisata berjalan dengan baik, tetap menjadi unggulan, semua orang terkesan dengan lingkungan bersih dan indah,” ungkapnya saat entry meeting.

Bercermin dari kondisi itu, pihaknya selama lebih kurang tiga puluh lima hari, beserta tim akan melihat bagaimana pengelolaan sampah. Mulai dari apa yang menghasilkan sampah, kemudian cara pengelolaannya, dan nantinya tim mohon masukan juga dari instansi terkait.

Sementara itu, Bupati Eka mengungkapkan sangat berterimakasih dan menyambut baik kedatangan tim dari BPK dalam pemeriksaan kinerja pengelolaan sampah di Tabanan. Harapannya, tercipta komunikasi yang baik antar semua pihak, karena pihaknya sebagai penyelenggara dan secara langsung mengimplementasikan segala bentuk program yang tujuannya untuk membuat Tabanan ini bersih.

“Saya yakin kalau sudah bersih, maka pikiran juga bersih. Kalau sampah dimana-mana, inilah yang membuat kita ruet, membuat kita tambah pikiran kotor yang datang,” kilahnya.

Meskipun selalu mendapat penghargaan Adipura, Bupati yang akrab disapa Eka itu mengakui Tabanan masih banyak kekurangan di dalam mengelola sampah. Hal itu dijelaskannya tidak terlepas dari masih banyaknya prilaku masyarakat yang kurang disiplin dalam mengelola sampah. Karena ditegaskannya masih lemahnya juga produk hukum yang bisa mendisiplinkan masyarakat sebagai pelaku dari bersihnya suatu Kabupaten.

“Bersihnya dari suatu Kabupaten itu adalah pola pikir bersih dari masyarakat itu sendiri sebagai pelakunya. Nah ini, memang perlu kesadaran dari mereka sendiri bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih,” ungkapnya.

Hal itulah yang dikatakannya merupakan sedikit kendala. Dirinya juga berencana kedepannya bersama dengan instansi terkait agar bisa merubah maindshet dari masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Dikatakannya semua pihak harus ikut memonitoring, sehingga tercapai kebersihan dari hulu ke hilir.

Mengenai program-program sampah dirinya mengaku sudah ada beberapa dan cukup banyak program tentang sampah. Dijelaskannya ada Bank Sampah, Arisan Sampah, juga akan mendapatkan bantuan mesin sampah dari Pemerintah Toyama Jepang, Jatiluih juga mengelola sampah secara mandiri, juga ada supermarket sampah.

“Supermarket sampah baru dalam skup kecil, baru di Jatiluih. Jadi mereka tukar sampah sekian bisa dapat produk sehari-hari misal, gula, minyak, seperti itu. Jadi memang harus banyak bentuk kita gunakan untuk menarik perhatian dan merangsang masyarakat itu sadar sendiri tentang bahayanya sampah terhadap lingkungan,” ungkap Bupati Eka. (man)