Baru 59 Persen Manager KSP-USP Ikuti Diklat SKKNI

Denpasar (Bisnis Bali) – Jumlah koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam (KSP-USP) di Bali sebanyak 4.825 unit. Dari angka tersebut ada 1.543 manager dan baru 903 atau 59 persen yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) SKKNI berstandar nasional.  Jumlah ini diakui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, S.E.,M.M., masih sangat kecil. Untuk itu perlu didorong sehingga seluruh manager ber-SKKNI.

I Gede Indra Putra Dewa yang dihubungi baru-baru menegaskan dengan ilmu standar nasional para manager selaku pengelola KSP yakin mampu mengantarkan perkembangan unit usaha. Untuk itu sangat diperlukan keterlibatannya secara aktif menjadi peserta diklat.

‘’Jumlah tersebut semua manager sudah bersertifikat uji kompetensi. Diklat kompetensi mampu dipraktekan pada tatakelola KSP – USP yang standar. Untuk itu kami lihat manager yang sudah kompeten mampu meningkatkan manajerial usaha sehingga usahanya berkembang pesat,’’ tegasnya.

Sudah terbukti koperasi yang dikelola manager kompeten mampu mengembagkan unit usaha koperasi. Bahkan dilihat dari perolehan sisa hasil usaha (SHU) terjadi kenaikan sampai lebih dari 100 persen.

‘’Bahkan ada perolehan SHU dua kalilipat SHU sebelumnya. Ilmu standar dari uji kompeten sangat lengkap sampai strategi mengelola unit usaha. Dengan ilmu yang lengkap tersebut yakin terjadi perkembangan tatakelola manajerial,’’ katanya.

Ke depan manager yang belum bersertifikat kompeten untuk segera mengikuti diklat uji kompeten. Sehingga KSU–USP yang pengelolanya belum kompeten dapat memanfaatkan dana pendidikan masing–masing. Karena pemerintah memiliki anggaran terbatas, sehingga tak mampu memberikan fasilitas untuk semua koperasi.

‘’Kami akan terus berusaha memberikan pendampingan diklat dan uji kompetensi. Namun yang terpenting semua gerakan koperasi juga memanfaatkan dana pendidikan. Sehingga sumber daya manusia pengelola koperasi lebih handal,’’ tandasnya. (sta)