Bisnis Gebyok Khas Bali Miliki Peluang Pasar

Denpasar (Bisnis Bali) – Berbagai produk kearifan lokal seperti rumah kayu atau still Bali, plangkiran ukir Bali, gebyok, gazebo, kerajinan patung, dan lainnya memiliki peluang pasar. Hal ini harus mampu diangkat perajin ke permukaan guna meningkatkan perekonomian.

Pebisnis rumah still Bali, gasebo, dan kerajinan Bali lainnya, Rai Suparta, baru – baru ini menyampaikan, berbagai jenis produk kerajinan tersebut bukan saja memiliki potensi pasar yang terbuka yakni masyarakat Bali, namun untuk jenis rumah still Bali, gebyok, dan berbagai jenis mebel tradisional Bali lainnya juga tak kalah diminati konsumen luar Bali.

Menyikapi hal ini, perajin dituntut mampu meningkatkan inovasi serta menjaga kualitas produk. Sebagaimana diketahui berbagai kerajinan tersebut merupakan kebanggan masyarakat Bali. Walaupun harganya relatif mahal namun untuk prestise sekaligus melestarikan seni budaya Bali akan tetap dibeli.

Di Bali hampir semua rumah menggunakan model kerajinan still Bali tersebut. Misalnya rumah still Bali saka 12, saka 8, jineng,  dan lainnya. Ini bagian dari identitas diri orang Bali selain menunjukkan status sosial mereka.

Peluang ini mesti digarap optimal sehingga mampu meningkatkan perekonomian. Promosi yang gencar juga perlu dilakukan dengan memanfaatkan media lokal seperti pameran, dan lainnya. Salah satu ajang promosi besar di Bali yakni, Pesta Kesenian Bali (PKB). Ini patut dimanfaatkan dengan baik untuk bisa bertemu langsung dengan konsumen. Di sini perajin bisa bertemu langsung dengan konsumen sehingga bisa menyampaikan keunggulan produk serta tawar – menawar sampai deal atau transaksi.

Dia mengharapkan media promosi sebulan penuh di PKB juga bisa menggugah minat beli konsumen luar Bali yang ingin membeli atau memiliki produk properti khas Bali ini. Contohnya berbagai jenis tengok ukir tradisional, patung kayu, dan lainnya. Umumnya konsumen yang paham akan nilai seni sebuah produk kerajinan tak semata melihat dari sisi harganya semata. Namun nilai seni yang tertuang dalam produk kerajinan tersebutlah yang akan diberikan penghargaan yang layak.

Perajin gebyok dan rumah still Bali lainnya,  Los Antara menambahkan kerajinan ini memang seharusnya diangkat ke permukaan sehingga ajeg dan lestari. Kualitas produk juga harus dijaga. Selama ini produksi rumah still Bali dan gebyok memanfaatkan bahan baku pilihan. Jenis kayu itu antara lain jati, kamper, nangka, dan lainnya.

Dengan sentuhan tangan terampil berupa seni motif ukir khas Bali, sebuah gebyok bisa memiliki nilai ekonomi tinggi. Kisaran harganya mulai jutaan – puluhan juta per unit. Peminatnya tak hanya orang Bali juga orang asing. Ini merupakan kebanggaan tersendiri karena karya seni budaya Bali mendunia. (gun)