Koster Berharap Pusat Perhatikan Infrastruktur Bali

Mangupura (Bisnis Bali) – Bali merupakan salah satu primadona destinasi pariwisata dunia, serta acapkali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berskala internasional. Seiring pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, permasalahan infrastruktur baik darat, laut dan udara masih menjadi permasalahan. Untuk itu, peran pusat sangat diharapkan guna pengembangan infrastruktur di Bali.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat mendampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (22/9).

“Kami berharap adanya perhatian pemerintah pusat untuk mendukung infrastruktur Bali, sehingga bisa memiliki infrastruktur dengan standar pelayanan yang memadai,” harap Koster seraya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang disebutnya merupakan satu bentuk dukungan pusat terutama terkait penyelenggaraan even Annual Meeting IMF-WB.

Koster yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, even Annual Meeting IMF-WB diharapkan bisa membangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan salah satu roda penggerak ekonomi Bali. Untuk itu, Koster minta pelaku UMKM turut dilibatkan dalam pelaksanaan even tersebut.

“Berikan ruang pada pelaku UMKM untuk terlibat didalamnya, sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya secara ekonomi, dan menjadi kesempatan untuk lahirnya pengusaha pemula menjadi seorang profesional. Seperti kuliner Bali bisa diperkenalkan dalam pelaksanaannya,” ujar Koster sambil mengajak seluruh stakeholder mensukseskan acara tersebut.

”Mari persiapkan semua kegiatan dengan baik, Pemprov Bali pun siap mendukung penuh dalam mensukseskan even ini.”

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyatakan, pembangunan underpass tersebut bisa menjadi solusi pengurai kemacetan lalu lintas yang seringkali terjadi di persimpangan tersebut.

“Pembangunan ini akan memperlancar lalu lintas terutama Badung Selatan yang mobilitasnya sangat tinggi, terutama terkait menghadapi penyelenggaraan perhelatan IMF-WB. Kami berharap bisa mengurai kemacetan 50% dari biasanya,” cetusnya.

Ia menambahkan, dukungan pusat terhadap penyelenggaraan IMF-WB juga berupa pengembangan Pelabuhan Benoa, perluasan Apron Bandara Ngurah Rai dan perampungan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Pembangunan jalan bawah tanah dengan panjang sekitar 700 meter yang rencananya dikerjakan 13 namun bisa rampung lebih awal 1,5 bulan. (pur)