Baru 75 Persen Koperasi di Bali Ber-IT

Denpasar (Bisnis Bali) – Dari jumlah koperasi di Bali 4.832 unit baru 75 persennya yang menggunakan informasi teknologi (IT). Sisanya masih dikelola secara konvesional. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, S.E.,M.M., di Denpasar Minggu (16/9).

IT dinilainya sangat penting dalam tata kelola koperasi. Terutama koperasi simpan pinjam yang secara keseluruhan manajemennya hitung menghitung. Untuk itu seharusnya koperasi simpan pimjan sudah mengadopsi IT guna memudahkan dan melancarkan kinerja.

Pentingnya IT khususnya program atau sistem untuk memudahkan dan mempercepat kerja serta dapat membuat laporan yang benar. Minimal koperasi mampu membeli seperangkat komputer dan ditambah program manajemen koperasi.

“Sehingga dalam membuat tinggal memasukan data yang dihimpun dari lapangan. Sedangkan format laporannya tinggal di copy faste dan ganti data untuk berikutnya. Kan sangat memudahkan untuk bekerja dibandingkan menggunakan tatakelola konvensional,” kata Gede Indra sambil mengakui dari 75 persen yang mengadopsi IT kebanyakan masih program sederhana.

Sedangkan yang belum menggunakan program kebanyakan koperasi yang dikelola sekedarnya dan koperasi pemula karena masih mengumpulkan modal untuk membeli seperangkat komputer dan beli system. Dan sebagian lagi karena sumber daya manusia (SDM) belum siap.

Sementara itu, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar,  Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., mengakui dari jumlah koperasi di Kota Denpasar 1.128 unit hampir semuanya sudah menggunakan program atau sistem. Hanya saja ada yang programnya sederhana dan hingga program profesional. Karena di Denpaaar banyak koperasi yang sudah besar.

”Kami kira sudah semua koperasi punya seperangkat komputer atau laptop. Jika ada yang belum menggunakan komputer jumlahnya tidak banyak. Atau koperasinya hanya dikelola asal-asalan. Tapi pada umumnya sudah menggunakan IT, kalau memang mau mengelola koperasi dengan baik wajib mengadopsi IT. Karena IT mampu memberikan kemudahan mengelola koperasi. Apalagi koperasi jenis simpan pinjam,” tegasnya.

Diharapkan semua koperasi sudah melengkapi diri dengan IT, karena sekarang ini zaman IT. Dengan IT banyak kemudahan, bahkan jika mampu memanfaatkan dengan tepat maka dapat membantu perkembangan usaha dengan cepat.

”Pemerintah juga telah memberikan Diklat, seminar dan lainnya terkait pemanfaatan IT dalam peningkatan usaha. Untuk koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah,” tandas Erwin.  (sta)