Nastar Kelor, Camilan Unik dan Sehat

Denpasar (Bisnis Bali) – Nastar kelor mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Karena daun kelor biasanya diolah menjadi sayur, namun melihat banyaknya khasiat kelor membuat Dosen ITP FTP Unud Ir. Putu Timur Ina, MS mencoba membuat olahan dari daun kelor. Inilah yang membuat nastar kelor jadi camilan yang unik dan sehat.

Nastar kelor dari segi rasa tak jauh beda dengan nastar pada umumnya. Nastar kelor juga berisi selai nanas di dalamnya. Namun dari segi penampilan, inovasi yang dilakukan Putu Timur Ina terlihat berbeda dengan warna hijau yang menarik.

“Kelor mudah didapat dan khasiatnya bagus untuk kesehatan seperti kandungan vitamin C dan seratnya serta kandunngan klorofilnya. Banyak penelitian yang mengatakan kelor termasuk dalam sufer food, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi,” paparnya, Selasa (28/8) di kampus Jimbaran.

Namun sayangnya tak semua orang suka mengkonsumsi sayuran apabila kelor yang dari segi rasa sedikit ngaab dalam bahasa Balinya.

“Anak – anak sangat jarang menyukai sayur kelor, padahal sangat baik untuk pertumbuhan dan kesehatan mereka. Sedangkan kue nastar disukai oleh hampir semua orang, apalagi anak – anak, makanya saya berupaya membuat kue yang disukai orang menjadi camilan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh,” tukasnya.

Hal tersebut adalah ide awal dari pembuatan nastar kelor.  Untuk membuat nastar kelor bahan yang digunakan adalah campuran terigu, margarin, telur dan pasta daun kelor.

“Cara pembuatannya sama dengan membuat nastar biasa, hanya ditambahkan pasta kelor,” ungkapnya.

Proses pembuatan sangat sederhana hanya mencampur bahan – bahan, kemudian dibentuk, diberi isian selai nanas dan dipanggang dalam oven. “Daun kelor juga mudah diperoleh dan tidak mahal, karena biasanya dimanfaatkan untuk sayuran. Selain itu penambahan pasta daun kelor juga memberikan warna hijau pada nastar, pewarna ini adalah alami dan lebih sehat dari warna-warna makanan sintetis yang sekarang banyak beredar dipasaran,” tandasnya.

Produk tersebut baru dibuat Agustus ini. “Ke depannya mudah – mudahan bisa dipasarkan melalui unit bisnis di fakultas kami. Harga per biji Rp1.500, jadi harga satu box tergantung isi di dalamnya serta ditambah harga boxnya,” paparnya.

Selain diolah menjadi nastar kelor juga dibuat menjadi cookies, kerupuk dan nuget. (pur)