Tak Semua Bank Naikkan Bunga Kredit

Mangupura (Bisnis Bali) – Memasuki semester II tahun ini, kalangan perbankan diprediksi belum semuanya menaikkan suku bunga kredit setelah Bank Indonesia mengambil kebijakan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen.

Ketua Persatuan Bank Nasional (Perbanas) Bali Bambang Sugiharto di Jimbaran, Jumat (10/8) kemarin menerangkan, secara umum belum semua bank swasta menaikkan suku bunga kreditnya sampai saat ini.

“Satu dua bank kemungkinan ada yang sudah menaikkan, namun selebihnya masih ada bank swasta yang belum memilih untuk menaikkan suku bunga pinjaman,” katanya.

Ia tak memungkiri bank tentu akan menyesuikan kenaikan suku bunga BI 7 DRR dengan menaikkan suku bunga kredit, tetapi tidak dalam waktu hitungan jangan pendek. Dalam jangka panjang bank pasti akan menyesuaikan dengan melihat beberapa aspek pendukung.

“Namun saat ini dengan kondisi bunga yang ada saja, sudah susah mendapatkan nasabah yang tergolong kualitas bagus, apalagi ketika bunga kredit naik. Terpaksa kenaikan bunga kredit agak ditunda saat ini,” ujarnya.

Ia yang juga Branch Manager J-Trust Bank Bali ini menyampaikan, besaran bunga bank yang berlaku saat ini di lapangan tergantung size banknya. Ia mencontohkan bank besar BUKU 3 dan 4, bunga kredit umumnya yang berlaku mulai 8 persen sampai dengan 12 persen. Sementara bunga kredit yang berlaku di bank kecil BUKU 1 dan 2 umumnya sekitar 11 persen sampai dengan 14 persen.

Begitupula untuk bunga deposito, untuk bank BUKU 3 dan 4 mulai 4 persen hingga 6 persen sedangkan bank kecil mulai 6 persen hingga 8 persen. Dengan adanya kisaran bunga tersebut Bambang menilai bank masih berhati-hati dalam penyaluran kredit.

Pihaknya juga memprediksi kenaikan suku bunga deposito tidak otomatis langsung diterapkan setiap bank ketika Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan kenaikan bunga penjaminan sebesar 25 basis point (bps). Bank menaikkan suku bunga deposito tergantung tingkat kebutuhan likuiditas masing-masing bank.

“Kepastian bank menaikkan suku bunga deposito tentu berdasarkan kebijakan manajemen masing-masing menyikapi kebijakan LPS, termasuk berapa persen besaran yang akan ditetapkan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan LPS menaikkan bunga penjaminan secara teori memang secara umum diikuti dengan kenaikan bunga simpanan dan pinjaman seluruh bank umum. Tetapi, bukan berarti otomatis segera mengalami kenaikan karena tingkat kebutuhan likuiditas masing-masing bank. (dik)