Tabanan (Bisnis Bali) – Saat ini belanja busana adat atau untuk sembahyang ke Pura dapat dilakukan siapa saja di butik. Dari sisi harga busana adat di butik dengan di toko – toko busana adat lainnya tak jauh berbeda. Inilah yang mempengaruhi bisnis kearifan lokal ini makin menjanjikan. Demikian diungkapkan, pebutik busana adat, Putu Eka Agustini, baru – baru ini.

Dikatakan, busana adat banyak jenisnya. Hal itu tak hanya dibedakan dari warna dan jenisnya, juga kegunaannya. Misal busana adat untuk upacara dewa yadnya beda dengan busana adat untuk acara pitra yadnya. Dari sisi warna kalau pitra yadnya umumnya menggunakan bernuansa warna hitam, sedangkan manusa yadnya atau dewa yadnya umumnya selain warna gelap.

“Namun demikian saat ini itu tak berlaku kaku. Tapi lebih kepada situasi dan kondisi yang berkembang di satu daerah atau istilahnya sesuai desa, kala, patra,” imbuhnya. Menurutnya bisnis busana adat akan makin cerah ke depan  karena konsumen makin peka terhadap perkembangan mode berbusana. Ini juga tantangan dan peluang bagi pebutik berinovasi.

Sebab potensi bahan baku seperti kain tradisional Bali yakni endek, songket, dan lainnya sangat berlimpah di Bali. Dengan mempermak kain tradisional Bali tersebut dan mengkolaborasikan dengan unsur kain lainnya, maka produksi busana adat Bali akan lebih atraktif dan menarik. Misal baju safari yang mengkombinasi kain katun putih dengan endek. Desain dan motif yang dirancang sedemikian rupa akan menambah daya tariknya bagi pasar.

Terkait persaingan, baginya sah – sah saja. Yang terpenting, kehadiran busana adat yang up to date di butik bisa memberi referensi bagi masyarakat untuk memilih yang disukai sesuai tren busana yang tengah berkembang.

Sebelumnya pebutik busana adat Kumala Dewi dan Owner Million Moda, Siska menyampaikan bisnis busana adat adalah potensi bagi pebutik meningkatkan eksistensi usaha. Dengan terus meningkatkan kreativitas penciptaan karya desain dan motif busana adat terbaru, maka itu akan mampu menggugah minat beli pasar hingga menjadi mode yang sedang tren. Dia mengapresiasi sportivitas dalam bersaing sehingga akan memotivasi setiap produsen menghasilkan produk yang berdaya saing.

Busana adat Bali digunakan masyarakat Bali dan merupakan satu hal wajib. Dengan begitu manfaat ekonominya juga makin tinggi bagi pebisnis. Harapnya peluang ini bisa digarap optimal sehingga memberikan dampak positif terhadap prekonomian. Sinergi penyedia bahan baku, dengan produsen, begitu desainer akan memperkuat industri tekstil dan produk tekstil Bali, khususnya yang menghasilkan produk berkualitas di butik – butik busana adat yang jini tak kalah menjamur. (gun)