Pupuk Berimbang Topang Kualitas Gabah

Tabanan (Bisnis Bali) – Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan mulai melirik penggunaan pupuk berimbang. Kondisi itu tercermin dari meningkatnya realisasi serapan pupuk, di luar realisasi serapan pupuk urea bersubsidi tahun ini.

“Selama musim tanam tahun ini, petani mulai melirik penggunaan pupuk dengan pola berimbang. Terbukti, realisasi serapan pupuk bersubsidi jenis SP-36, ZA, NPK, dan organik cukup meningkat sekarang ini,” Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Jumat (20/7).

Sebelumnya ada kecendrungan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang tertinggi ada di urea, bahkan riskan terjadi permasalahan terkait pemenuhan kebutuhan petani untuk bercocok tanam. Namun, belakangan ini secara perlahan di tingkat petani sudah mulai ada perubahan pola pikir pemanfaatan pupuk bersubsidi.

Kondisi itu sejalan dengan terjadinya peningkatan kuantitas produksi padi melalui penggunaan pola pemupukan berimbang. Selain itu, petani makin menyadari, dengan pemupukan berimbang akan mampu menopang kualitas gabah yang dihasilkan menjadi lebih bagus, sesuai dengan tuntuan pasar selama ini.

Pemberian pupuk bersubsidiĀ  dari pemerintah sesuai Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Lewat RDKK ini petani merancang kebutuhan pupuk untukĀ  tanaman pertaniannya. Sementara untuk penyerapan pupuk bersubsidi sendiri kata Wiadnyana ada beberapa daerah yang dibawah 50 persen, namun ada yang sudah di atas 70 persen.

“Mengenai penyerapan pupuk bersubsidi akan mengalami puncaknya untuk tanaman padi pada Oktober nanti seiring musim hujan sebagai pendukung budi daya,” tegasnya. (man)