Konservasi Penyu Jadi Daya Tarik Wisata

 KONSERVASI - Pelepasan 75 ekor tukik sebagai bagian konservasi sekaligus daya tarik kunjungan wisatawan. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Menjaga kebersihan pantai sekaligus dalam upaya untuk menarik kunjungan wisatawan, Banjar Yeh Gangga yang memiliki potensi keindahan pantai di Kabupaten Tabanan melirik melakukan konservasi penyu. Hal itu sejalan dengan banyak ditemukannya telur penyu di seputaran Pantai Yeh Gangga.

Kelian Dinas Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, I Ketut Pindo, Senin (9/7) mengungkapkan,  upaya konservasi di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan sudah dilakukan sejak 2014 lalu dengan membentuk kelompok masyarakat untuk melakukan konservasi penyu terutama penyelamatan telur hingga melepaskan tukik. Sebab, pantai yang berpasir hitam ini memang dikenal sebagai salah satu habitat bertelur penyu di Bali, dan pada Minggu (8/7) dilepas 75 ekor tukik oleh puluhan masyarakat dirangkai dengan kegiatan membersihkan pantai.

“Kegiatan ini spontan, berawal dari keinginan anak-anak surfing, Gangga Surf Community untuk membersihkan pantai,” katanya.

Menurut Pindo, saat ini ada sekitar 300 tukik yang ada di penangkaran dan akan dilepaskan ketika ada kegiatan di Pantai Yeh Gangga. Hal ini untuk mengembangkan potensi pantai, terutama untuk menarik wisatawan asing, karena mereka sangat senang dengan kegiatan komservasi alam.

Ia mengatakan, saat ini warga Banjar Yeh Gangga sudah memiliki kesadaran terkait penyelamatan penyu. Hal itu ditandai dengan penyerahan telur-telur penyu yang ditemukan kepada kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) konservasi penyu. Ia mengakui, dari penyerahan telur penyu tersebut, pihaknya akan mengganti dengan uang sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat dan nilai nominalnya tidak tetap. (man)