KPR Solusi Terbaik Beli Rumah

  SOLUSI - KPR selama ini merupakan solusi terbaik bagi konsumen memiliki rumah. Dengan kesiapan matang, konsumen akan lebih nyaman berinvestasi. 

HARGA rumah saat ini makin mahal. Hanya sedikit  konsumen yang bisa membeli rumah dengan cara bayar kontan. Lantas apa yang bisa dilakukan? Berikut laporannya.

Kredit pemilikan rumah (KPR) selama ini memang menjadi pilihan utama konsumen. Kelebihannya selain jangka waktu relatif panjang yakni, 10 – 25 tahun, suku bunga KPR juga bervariasi. Tantangan konsumen adalah memahami syarat, ketentuan, dan sistem KPR dengan begitu bisa menikmati kenyamanan dalam menempuh KPR.

Terkait dengan suku bunga KPR, di sini konsumen dituntut peka membaca situasi. Pasalnya, fluktuasi suku bunga KPR bisa terjadi kapan saja yakni, tiga bulan, enam bulan, atau tiap tahun. Tujuannya adalah konsumen yang memilih sistem fixed 2 atau 3 tahun, bisa mengontrol suku bunga yang diperoleh di tahun ketiga. Jika suku bunga bank umum naik maka kemungkinan bunga yang dibayar juga naik. Sebaliknya jika turun maka bunga yang dibayarkan semestinya juga mengikuti. Berbeda dengan bunga floating. Bunga yang dibayarkan tetap sesuai dengan perjanjian kredit (PK). Tak hanya itu saja, dalam proses KPR konsumen/debitur juga bisa memanfaatkan strategi take over bilamana dianggap perlu. Take over bisa ditempuh bilamana konsumen menilai suku bunga yang diperoleh saat ini lebih tinggi dibandingkan bank lain sehingga mau berpindah bank. Pada dasarnya strategi ini tak dihalangi bank di mana konsumen menempuh KPR sebelumnya, namun umumnya ada ketentuan pengenaan finalti dari bank tersebut. Finalti dikenakan jika masa kredit belum berjalan 2 – 5 tahun dan sebagainya. Namun, yang kadang memberatkan debitur adalah nilai finalti persentasenya cukup besar. Misalnya 5 persen atau lebih. Selain memahami hal tersebut di atas, konsumen tentunya juga harus memenuhi syarat administrasi dari bank penyedia KPR. Syarat mutlak ini berlaku sekaligus menjadi bagian dari kebijakan perbankan dalam memfilter pemohon KPR agar tak terjadinya atau guna mencegah kasus gagal bayar. Dari sudut keuntungan konsumen, ini sesungguhnya melindungi konsumen dari kerugian jika permohonan yang tak memenuhi syarat dipaksakan dikabulkan bank. Risikonya gagal bayar dan rumah disita. Jadi yang paling dirugikan adalah konsumen. (gun)