BTN Gelar Praktik Pembuatan Pie Jeruk bagi Mitra Binaan

Bangli (Bisnis Bali) – Kabupaten Bangli sudah lama dikenal sebagai sentra penghasil jeruk, bahkan telah ditetapkan sebagai sentra tanaman jeruk khususnya jenis jeruk siam dan jeruk slayer. Kondisi geografisnya yang berada di ketinggian 500 MDPL sangat cocok untuk pengembangan kedua jenis jeruk ini. Tak heran kalau banyak masyarakat di daerah ini yang menggantungkan hidup pada komoditas  pertanian ini.

Melihat besarnya potensi dari produk hortikultura ini, pihak PT Bank Tabungan Negara (Persero) tertarik untuk turut membantu dalam pengembangannya agar bisa memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan masyarakat sekitarnya. Karena itu, pada 2016 lalu, bank BUMN ini telah menyalurkan pembiayaan Rp1 miliar guna memperkuat permodalan 20 petani jeruk yang menjadi  mitra binaannya. Masing-masing petani  mendapatkan pinjaman lunak Rp 50 juta yang bersumber dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank BTN.

Pihak Bank BTN tidak hanya membantu segi permodalan tetapi juga mendorong para petani agar melakukan inovasi dengan mengolah jeruk yang mereka hasilkan. Selama ini umumnya petani menjual produk berupa jeruk segar. Namun harga jeruk segar ini kadang sangat berfluktuasi. Pada saat panen raya yakni produksi melimpah, harganya turun menjadi sangat murah. Sementara buah jeruk tidak bisa bertahan lama karena sifatnya yang mudah rusak. Untuk mengatasi hal tersebut,  perlu dilakukan terobosan dengan mengolah  jeruk menjadi berbagai pangan olahan lainnya seperti sirup, manisan, selai, dan berbagai jenis kue.

Selain itu, para petani juga perlu ditingkatkan pengetahuannya terkait  pengelolaan usaha  sehingga mampu merencanakan usaha dengan baik khususnya menyangkut perhitungan biaya dan penetapan harga sehingga bisa diprediksi kemungkinan keuntungan yang diperoleh. Tanpa pengetahuan mengenai  perencanaan usaha, bisa jadi bukan keuntungan yang diperoleh tetapi justru sebaliknya yakni tingkat biaya jauh lebih besar dari pendapatan.

Untuk itu BTN bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero), serta melibatkan para ahli di bidang olahan pangan, melakukan pelatihan  tentang “Praktik Pembuatan Pie Jeruk & Teknik Perhitungan Harga Produksi melalui Metode Costig Sederhana”. Bertindak sebagai narasumber yaitu I Putu Agus Pramartha Wijaya, seorang chief profesional, dibantu  dua asistennya yaitu Mira Rahmayani dan Sari Putri. Adapun materi yang disampaikan mencakup tiga hal penting yaitu teknis pembuatan pie jeruk, praktik pembuatan pie jeruk, dan teknik perhitungan harga jual.

Pelatihan yang diikuti 20 mitra binaan ini dilaksanakan 8 Mei 2018, dengan tujuan agar para pelaku UMK ini terdorong untuk melakukan inovasi dan diversifikasi produk dengan tetap bertumpu pada jeruk sebagai produk utamanya. “Dengan demikian diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Pada akhirnya diharapkan agar usaha mereka makin maju sehingga menjadi  pengusaha yang tangguh dan mandiri,” kata Heru Kurniawan, Kepala Divisi Small Mediun Enterprise Lending Division, Bank BTN.

Pelaksanaan program ini juga sebagai wujud dari sinergi antara kedua BUMN yaitu Bank BTN dan PNM, dalam mendorong perkembangan UMK sebagai pelaku utama  perekonomian nasional. Pihak Bank BTN akan terus mengembangkan program kemitraan ini dengan terus meningkatkan jangkauan pelayanan agar makin banyak pelaku UMK yang bisa dilibatkan.

Pihak PNM sebagai mitra kerja Bank BTN,  membantu dalam proses seleksi calon mitra binaan, melakukan persiapan sebelum proses pembiayaan, menyiapkan dan melakukan pelatihan serta membantu pemantauan pascapembiayaan hingga akhir program. (ad 0532)