Badung Siapkan Beasiswa S1 ke LN Pagunya hingga Rp500 Juta per Tahun

Ketut Widia Astika

WALAU hanya memiliki kewenangan hingga jenjang SMP, Badung pun tak tinggal diam terhadap jenjang-jenjang pendidikan di level lainnya seperti SMA/SMK dan perguruan tinggi (PT). Di level SMA/SMK, Badung berupaya membangun sekolah-sekolah baru sesuai dengan kebutuhan lulusan SMP. Beberapa gedung SMA baru tengah diupayakan, selanjutnya akan dihibahkan kepada Pemprov Bali. “Kami sedang menjajaki lahan untuk pembangunan sejumlah gedung SMA. Dana pembangunannya pun sudah dialokasikan, tinggal kepastian lahan,” tegas Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika didampingi Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniartha saat jumpa media, Rabu (9/5) lalu.

Lantas apa yang dilakukan untuk jenjang perguruan tinggi khususnya S1? Mulai tahun 2018 ini, Pemkab Badung menggelontor beasiswa untuk berkuliah jenjang S1 di luar negeri dengan pagu antara Rp300 juta hingga Rp 500 juta per tahun per orang.

Beasiswa ke LN ini, tegasnya, diberikan dalam upaya mendorong warga Badung maju dalam pendidikan atau bisa mengikuti pendidikan berkualitas di luar negeri. Tahun ini, tegasnya, dialokasikan Rp 10 miliar untuk 20 orang.

Menurut Widia Astika, soal pagu ini diberikan tergantung kebutuhan. Jika kuliah di AS atau di Eropa, biaya yang dibutuhkan diperkirakan hingga Rp 500 juta per tahun. Sementara jika kuliah di Australia atau Asia seperti di Singapura dan Cina, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 300 juta setahun. “Biaya ini diberikan jika calon mahasiswa ini telah resmi diterima di perguruan tinggi di luar negeri,” tegasnya. (sar)