Asosiasi BP – PTSI Wilayah Bali Gelar Muswil I Siap Hadapi PT Asing

Pembukaan Muswil  dengan pemukulan gong oleh Koordinatir Kopertis Wilayah  VIII yang diwakili oleh Drs. I Wayan Suarjaya, MAP- didampingi Ketua Umum BP-PTSI Pusat, Prof. Dr. Thomas Suyatno dan Ketua Pengurus Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., dan Ketua panitia Muswil, Shri I.G.N Wira WMS, S.Sos, S.H., M.H.  (pur)

Denpasar (Bisnis Bali ) –  Asosiasi Badan Penyelengara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP-PTSI) Wilayah Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I, Senin (7/5), di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar.

Muswil I dibuka oleh Koordinatir Kopertis Wilayah  VIII yang diwakili oleh Drs. I Wayan Suarjaya, MAP., Muswil I membahas berbagai isu strategis termasuk kesiapan Perguruan Tinggi Swasta( PTS)  di Bali, menghadapi masuknya Perguruan Tinggi (PT) asing.

Muswil yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum BP-PTSI Pusat, Prof. Dr. Thomas Suyatno, Ketua Pengurus Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, ketua Panitia Muswil I, Shri IGN. Wira WMS, S.Sos., S.H., M.H., Perwakilan Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra, Ketua Aptisi Bali, dan seluruh pimpinan penyelenggara perguruan tiggi swasta seluruh Bali, ditujukan untuk membahas dan mengambil keputusan atas laporan pertanggungjawaban pengurus BP-PTSI wilayah Bali masa bakti 2013-2017, membentuk kepengurusan baru BP-PTSI wilayah Bali masa bakti 2018-2022, dan membuat program kerja Asosisasi BPPTSI wilayah Bali untuk tahun 2018-2022 dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 dan dalam rangka menghadapi masuknya perguruan tinggi luar negeri ke dalam negeri.

Ketua Umum BP-PTSI Pusat, Prof. Dr. Thomas Suyatno, mengatakan Muswil I Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali diadakan adalah untuk mengevaluasi produk-produk yang dihasilkan pada musyawarah sebelumnya yang diselenggarakan beberapa tahun lalu di Bali. Tujuan evaluasi dilakuakan untuk mengukur seberapa jauh produk-produk tersebut telah dilaksanakan dan problematika apa yang dihadapi dalam melaksanakan produk-produk hasil musyawarah sebelumnya. (pur)