Tekankan Efisiensi dan Efektivitas DTKSK Denpasar Sosialisasikan Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja bagi LPK Se-Denpasar

Denpasar (Bisnis Bali) – Produktivitas kerja merupakan hal utama dalam dunia kerja. Produktivitas dalam sistem bekerja yang bagus juga dituntut pihak perusahaan guna memenuhi harapan pengguna atau lembaga pelatihan swasta.

Dengan memiliki ketangguhan sistem kerja, mampu menang dalam persaingan. Apalagi saat ini sudah berlangsung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) persaingan bukan saja datang dalam negeri, melainkan anggota negara ASEAN. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi yang didampingi Kabid Pembinaan dan Pelatihan, Nyoman Helsy Pujiastuti, di sela-sela Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja Bagi LPK se-Denpasar, Kamis (26/4) lalu, di LPK Queen Internasional Denpasar.

Menurut Anom Suradi, dalam persaingan dunia kerja saat ini perlu menjadi perhatian khusus. Apalagi persaingan bukan hanya dalam negeri, melainkan dunia. Dengan adanya pasar bebas pada era globalisasi kali ini persaingan tenaga kerja sangat ketat. Maka dari itu, ‎diperlukan sejak dini telah menggembleng anak didiknya, sehingga memiliki sikap profesional dan andal, serta memiliki sikap yang baik ketika bekerja nantinya.

Ditambahkan, dengan kemampuan teknis yang mempuni dan sikap mental yang baik bagi calon yang siap kerja, diharapkan mempunyai nilai produktivitas yang hembat ketika nantinya bekerja diperusahaan. Hal ini akan menunjukkan kenaikan citra ketangguhan tenaga  kerja di Bali.‎

Kabid Pembinaan dan Pelatihan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi, Nyoman Helsy Pujiastuti menambahkan, sosialisasi yang berlangsung selama dua hari yang diikuti 30 peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Denpasar ini yang menghadirkan narasumber Staf Ahli untuk menggalakan pemasyarakatan dan pembudayaan penguatan produktivitas tenaga kerja, juga dapat mendorong lembaga-lembaga pengembamgam SDM termasuk LPKS yang dikaitkan dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja. ”‎Sosialisasi ini juga untuk pengembangan sistem pelatihan yang berbasis kompetensi, berbasis masyarakat, berbasis penerapan dalam pengembangan produktivitas tenaga kerja,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang narasumber, I Made Marya, S.E., dalam makalahnya Pengukuran Produktivitas dengan Nilai Tambah menekankan tenaga kerja yang siap pakai apabila sudah mampu melakoni pekerjaan dengan penekanan efisiensi dan efektivitas tinggi, sehingga terjadi produktivitas tinggi pula. Dengan berbekal tersebut, tenaga kerja akan membawa keuntungan.

 ”Selama ini tenaga kerja selalu memikirkan keuntungan. Padalal apa yang meraka harus perbuat tidak dipahami. Semisal melakukan efesiensi tinggi. Melaksanakan efektivitas tinggi pula, sehingga secara otomatis tenaga kerja tersebut akan memiliki produktivitas tinggi pula,” tandasnya. (ad 0.488)