”Direct Flight”, Strategi Kerek Kunjungan Wisatawan ke Bali

DIRECT FLIGHT - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang kini sudah membuka layanan direct flight Mumbai-Denpasar. (kup)

Mulai Senin (23/4) lalu, Garuda Indonesia (GA) sudah melayani rute direct flight rute Mumbai-Denpasar. Apakah layanan penerbangan akan memenuhi hasrat wisatawan India yang berkeinginan berlibur ke Bali?

BALI membuka pasar India sejak 2015 dengan melobi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri untuk bisa tembus izin konektivitas kedua negara. Sejak 2017 sudah ada penerbangan yang menjembatani India-Bali namun masih singgah di beberapa negara yang menjadi pasar pariwisata Bali.
Ketua INCCA Bali, IB Surakusuma mengatakan, pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali patut bersyukur mulai Senin (23/4) GA sudah melayani rute direct flight rute Mumbai-Denpasar. Ini akan mengawali sejarah baru dalam penggarapan pasar India untuk berlibur ke Bali.
Ia menjelaskan, keputusan untuk layanan direct flight Mumbai-Denpasar (PP) tentunya sudah melalui proses yang dilakukan oleh manajemen GA. Asumsinya, ada permintaan minat berlibur maupun berusaha dari pasar India yang direspons oleh GA sebagai peluang yang menguntungkan.
Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini memaparkan, layanan GA direct flight Mumbai-Denpasar (PP) bisa sebagai penyuplai wisatawan yang berlatar belakang berbasis agama Hindu. Bagi wisatawan India, destinasi Bali sebagai tujuan wisata Bali yang juga berbasis agama Hindu. “Ini tentunya memiliki keterkaitan emosi yang bisa dimanfaatkan secara komersial,” ucap pria yang akrab disapa IB Lolec ini.
Ia melihat, dari peluang tersebut, GA kemungkinan mempertimbangkan akan terjadinya transaksi yang bisa dimanfaatkan secara komersial. Sebelumnya, layanan rute  India-Bali harus transit dulu di Kuala Lumpur maupun Singapura. “Sekarang wisatawan India bisa terbang langsung ke Bali dengan layanan GA direct flight Mumbai-Denpasar,” tegasnya.
Menurutnya, layanan GA direct flight Mumbai-Denpasar (PP) ini sangat positif buat kepariwisataan Bali maupun India. Hal itu bisa mengisi kepentingan kedua belah pihak.  (kup)