”Capacity Building” Mitra Binaan PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

Bangli (Bisnis Bali) – Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, sudah lama dikenal sebagai sentra penghasil jeruk terutama jenis jeruk siam dan jeruk slayer. Lahannya yang berpasir berada di lereng Gunung Batur sangat cocok untuk tanaman jeruk, khususnya di kawasan Banjar Belok, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.

Melihat besarnya potensi produk hortikultura ini, pihak PT Asurasi Jiwasraya (Persero) tertarik untuk turut membantu dalam pengembangannya agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat sekitarnya. Untuk itu, BUMN ini telah menyalurkan pembiayaan Rp500 juta guna memperkuat permodalan 10 petani yang menjadi mitra binaannya. Masing-masing mitra ini mendapatkan pinjaman lunak Rp50 juta dengan yang bersumber dari dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Selain memberikan dukungan permodalan Jiwasraya juga melakukan pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan. Dalam pelaksanaannya, pihak Jiwasraya  menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, sebuah BUMN yang khusus bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK).

Melalui senergi kedua BUMN ini diharapkan pelaksanaan program ini bisa mencapai hasil yang optimal sehingga benar-benar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat para pelaku UMK ini sehingga dana kemitraan yang disalurkan bisa dikembalikan secara lancar untuk bisa digulirkan kembali kepada calon mitra binaan lainnya. Pihak Jiwasraya sendiri akan terus mengembangkan program kemitraan ini dengan melakukan peningkatan jangkauan layanan sekaligus terus melakukan peningkatan kualitas pembiayaan dan pembinaannya.

Dalam program kemitraan kali ini salah satu upaya yang dilakukan pihak Jiwasraya yaitu membantu inovasi produk dengan membuat berbagai produk olahan berbahan jeruk. Selama ini para petani masih menjual hasil produksinya berupa buah jeruk segar kepada para pengepul yang ada di daerah tersebut. Seperti umumnya komoditas buah, buah jeruk juga tak bisa bertahan lama dan rentan terhadap pembusukan. Karena itu, buah jeruk yang sudah dipetik harus cepat dipasarkan. Kondisi tersebut kadang dijadikan kesempatan bagi pembeli untuk mempermainkan harga. Sementara petani tidak mau menanggung risiko yang lebih besar karena jeruknya busuk. Akibatnya, mereka terpaksa mejual dengan harga yang murah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dalam program kemitraan ini, pihak Jiwasraya bekerja sama dengan PNM, memberikan pelatihan dengan materi “Praktek Pengolahan Buah Jeruk Menjadi Dodol”. Bertindak selaku narasumber yaitu  Dr. Ir. Wayan Trisnawati, MMA dan Putu Sutami, S.P., M.P.,  dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan 5 April 2018 ini, peserta diajarkan cara mengolah buah jeruk menjadi dodol. Para peserta diajak melakukan praktik langsung di bawah bimbingan tenaga ahli, hingga mampu menghasilkan dodol jeruk yang berkualitas dan layak dipasarkan. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. “Kita ingin pendapatan petani lebih meningkat sekaligus mengurangi risiko karena buah segar tidak bisa bertahan lama,’ kata Dhanny Bachtazar, Kepala PKBL Jiwasraya.

Sedangkan PNM sebagai mitra kerja Jiwasraya membantu dalam proses seleksi calon mitra binaan, melakukan persiapan sebelum proses pembiayaan, menyiapkan dan melakukan pelatihan serta membantu pemantauan pascapembiayan hingga akhir program. “Dengan dukungan PNM diharapkan pelaksanaan program PKBL ini bisa berjalan baik dan lancar dalam pembiayaan serta memberikan manfaat nyata bagi mitra binaan,” kata Pimpinan PNM Cabang Denpasar, Akhmad Suhandi. (ad 0.430)