Realisasi Kredit UMKM Bali Terkosentrasi di Sektor PHR

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank Indonesia (BI) Bali mencatat, berdasarkan sektor ekonomi, realisasi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali masih terkonsentrasi di sektor PHR dengan pangsa pasar 69,36 persen. Sektor lainnya jasa-jasa 8,81 persen, keuangan 7,58 persen, pertanian 5,86 persen, dan industri 4,21 persen.

“Sektor ekonomi lainnya memiliki pangsa relatif rendah yaitu di bawah 3 persen,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Causa Iman Karana di Kuta, Senin (9/4) kemarin.

Menurutnya, berdasarkan nominal kreditnya, pangsa realisasi kredit UMKM terbesar berada pada rentang nominal lebih besar Rp100 juta sampai Rp 500 juta atau mencapai 24,76 persen dari total kredit UMKM yang ada di Bali.

Di sisi lain, katanya, realisasi kredit UMKM berdasarkan sebaran wilayah konsentrasinya terbesar masih berada di Kota Denpasar dengan pangsa 33 persen, diikuti Kabupaten Badung 18 persen dan Kabupaten Gianyar 12 persen. Selain itu perkembangan kredit di Kota Denpasar juga didukung dengan peningkatan kualitas kredit.

Hal ini tercermin dari penurunan nilai rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) dari 3,17 persen pada triwulan III 2017 menjadi 2,56 persen pada triwulan IV 2017. Demikian hal dengan Badung pada triwulan III 2017 mencatat NPL 3,80 persen turun menjadi 3,42 persen.

“Peningkatan risko kredit bermasalah UMKM pada periode laporan secara struktural terutama disebabkan oleh peningkatan tingkat NPL pada sektor pertambangan, konstruksi dan pertanian,” ujarnya. (dik)