LPD  Jadi ’’Pralaba” bagi Desa Adat

Amlapura (Bisnis Bali)- Keberadan LPD yang selalu memberikan manfaat kepada desa adat berupa dana pembangunan yang disetorkan setiap tahunnya, tentunya menjadi tumpuan perekonomian dalam aktivitas masyarakat. Dengan demikian, pemberian 20 persen dari laba LPD tersebut juga dikatakan sebagai pralaba (kekayaan milik desa adat) bagi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., saat memberi sambutan pada salah satu acara LPD di Karangasem, belum lama ini. Dia mengatakan, disamping itu selama ini setiap Pura di desa adat telah memiliki pralaba, biasanya berupa lahan pertanian, dengan keberadaan LPD menambah pralaba yang dimiliki.

“Seperti halnya LPD Bebandem yang mampu menyetorkan hampir Rp 200 juta untuk dana pembangunan ke desa adat. Jika diibaratkan dalam 1 hektare tanah yang menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 10 juta per tahun, maka desa adat telah memiliki sekitar 20 hektare lahan yang menghasilkan setiap tahunnya,” ungkapnya. (wid)