RAT KKB Ke-13, Maksimalkan Pelayanan dan Tingkatkan Peran Anggota

Denpasar (Bisnis Bali) – Pengelolaan koperasi memang wajib mendapatkan dukungan dari anggota. Anggota sebagai pemilik sekaligus berperan sebagai nasabah, sehingga makin aktif maka perkembangan koperasi akan makin bagus.

“Koperasi melalui pengurusnya wajib menambah anggota sebanyak-banyaknya, namun dengan catatan anggota aktif,” ungkap Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Bali, IGA Ambari saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Krama Bali (KKB) ke-13 di Gedung Pers Bali K Nadha, pada Sabtu (24/3).

RAT KKB dihadiri Ketua Pengurus KKB, Sekretaris, Ketua Pengawas, akuntan publik dan 150 orang perwakilan anggota KKB se-Bali.

IGA Ambari menegaskan, pentingnya RAT dan seluruh gerakan koperasi wajib melaksanakannya, karena RAT merupakan pertanggungjawaban kinerja pengurus dalam satu tahun tutup buku. Di samping itu, RAT juga meminta persetujuan anggota terkait program kerja pengurus ke depannya. Oleh karena itu, RAT sudah diatur dalam perundang-undangan koperasi, sehingga ada sanksinya jika koperasi tidak melaksanakan RAT. Seperti berturut-turut tidak melaksanakan RAT lebih dari dua kali dapat dikategorikan koperasi tidak aktif.

”Koperasi tidak harus mengundang dinas dalam RAT, yang wajib dilaksanakan mengirim laporan RAT dan berita acara ke dinas, sehingga dinas dapat mengambil penbinaan ke depannya kepada koperasi bersangkutan. Dalam hal ini kami apresiasi kepada KKB telah melaksanakan RAT tepat waktu. Apalagi sudah dilakukan audit dengan hasil wajar tanpa pengecualian. Artinya kinerja dan laporan pengurus sudah bagus.

Audit menambah citra anggota dan stakeholder lainnya, juga dilihat perkembangan KKB cukup bagus, aset sudah Rp 19 miliar lebih, modal sendiri Rp 3,4 miliar lebih, dan SHU tutup buku 2017 sebesar Rp 60 juta lebih, naik dibanding tahun sebelumnya,” kata Ambari sambil mengapresiasi kinerja pengurus yang mampu bekerja sama meningkatkan team working.

Ambari menegaskan, KKB mengelola unit simpan pinjam, pertokoan dan jasa maka itu dapat dikelola dengan baik jika didukung peran aktif anggota. Untuk itu, lanjut Ambari anggota KKB yang jumlahnya cukup banyak agar semuanya aktif berpartisipasi, sehingga secara kelembagaan akan berkembang, dan anggota akan makin sejahtera. (sta)