OJK dan BI Bali Akui Laporan Korban ”Skimming” Bali Nihil

Mangupura (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra dan KPw Bank Indonesia (BI) Bali mengakui, sampai saat ini belum menerima adanya aduan nasabah dari salah satu bank di Pulau Dewata yang menjadi korban pembobolan dana lewat perekaman dan penggandaan (skimming).

Dua otoritas besar di Bali ini mengimbau, kendati nihil laporan korban skimming, sebagai pelayanan ke nasabah agar bank makin meningkatkan keamanan mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Hizbullah di Nusa Dua, Jumat (23/3) kemarin mengatakan, OJK dalam hal ini hanya mengawasi dari sisi sistem informasi teknologi (IT) yang digunakan perbankan. Karena itu, munculnya kembali kasus skimming saat ini yang menimpa bank umum, OJK meminta perbankan segera mengecek kembali semua mesin ATM yang dimilikinya dan meningkatkan perangkat keamanannya agar tidak mudah terjadi penggandaan yang merugikan nasabah.

“Untuk nasabah di Bali kami belum menerima adanya aduan yang menjadi korban skimming. Kendati demikian di Jakarta, OJK sudah lama menurunkan tim untuk melakukan pengecekan sistem BRI dan menyelesaikan maslaahnya, terutama sekali untuk melindungi masyarakat,” jelasnya.

Hal serupa dikatakan Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana, selain tidak ada laporan dari nasabah, kasus skimming tidak terjadi di Bali. Berbeda kondisinya tahun sebelumnya, ATM bank di Bali pernah mengalami skimming yaitu di Tabanan.

“Perbankan di Bali pun belum ada yang melaporkan jika ada nasabahnya yang kena kejahatan skimming. Kendati demikian kami minta bank rutin melakukan pengontorolan karena ini berkaitan dengan kepercayaan konsumen,” katanya. (dik)