Pariwisata Bangkit, Ekonomi Bali pun Tumbuh 6,12 Persen

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV 2017 sempat mengalami stagnasi seiring imbas gejolak Gunung Agung yang mempengaruhi sektor pariwisata Pulau Dewata. Tetapi memasuki triwulan I 2018 ini, sektor pariwisata diyakini telah bangkit sehingga berpotensi menggairahkan ekonomi Bali. Seperti apa?

BANK Indonesia mencatat kinerja ekonomi Bali tumbuh 4,01 persen (yoy) pada triwulan IV-2017 atau melambat dibanding triwulan III 2017 (6,23 persen, yoy) dan juga melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama (5,19 persen, yoy).  Kendati demikian, kinerja ekonomi Bali secara keseluruhan sepanjang 2017 lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,07 persen (yoy) di periode yang sama.

Pertumbuhan ekonomi Bali melemah dipengaruhi anomali cuaca, kebijakan pengurangan DOC, peningkatan aktivitas vilkanik Gunung Agung, penutupan operasional bandara, kecenderungan konsumen menahan laju belanjanya dan penataan OPD menjadi beberapa faktor yang menyebabkan perlambatan tersebut.

Kini kondisinya telah berubah. Memasuki 2018, semuanya mengarah ke arah yang lebih baik. Seperti dikatakan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Azka Subhan didampingi Analis BI Umran Usman, pada triwulan I 2018 ekonomi Bali tumbuh 5,72-6,12 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya kondisi pariwisata Pulau Seribu Pura ini.

“Pariwisata Bali mulai pulih terlihat dari kenaikan penumpang internasional kedatangan di Bandara Ngurah Rai pada Februari mencapai 8,98 persen atau lebih tinggi  Januari yang tumbuh 7,44 persen. Begitu pula bila dibandingkan Februari 2017 (yoy) kenaikannya  4,16 persen,” katanya.

Kenaikan kunjungan wisatawan ke Bali diperkirakan karena adanya direct flight dari dua kota di Tiongkok dan dari Filipina oleh dua maskapai penerbangan. Di samping itu juga ada charter flight pada saat perayaan Imlek sehingga menambah tingkat kunjungan wisatawan.

Selain kunjungan wisatawan yang mulai pulih, Azka menerangkan, sejumlah proyek juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini pada triwulan I. Proyek yang saat ini sedang dalam pembangunan yaitu perluasan apron bandara bagian timur, pembangunan Waduk Sidan di Badung, pengerjaan underpass yang persentasenya mulai meningkat, penyempurnaan GWK dan pembangunan Benoa Tourism Port yang mulai dikerjakan pertengahan Maret ini.

“Pembangunan proyek dengan estimasi investasi mencapai lebih dari Rp 3,53 triliun tersebut menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Bali,” ungkapnya. (dik)