Penjualan Busana Adat Sepi, ’’Omzet’’ Turun hingga 40 Persen

Denpasar (Bisnis Bali)- Hari Suci Nyepi tahun ini yang bersamaan dengan Hari Saraswati, para pebisnis busana adat Bali berharap dapat meraup omzet lebih tinggi dibandingkan Nyepi tahun lalu. Namun target tersebut, tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan omzet turun 40 persen dibandingkan tahun lalu.

Omzet penjualan busana adat menjelang hari suci Nyepi kemarin, ya lumayan. Cuma tidak seperti Nyepi tahun  sebelumnya,” ungkap Agung Suci, pemilik Primadona Mode. Ia mengaku, memang menaikkan target omzetnya namun hanya 50 persen dari target tersebut yang tercapai, bahkan terjadi penurunan dibandingkan omzet tahun lalu.

“Kalau saya lihat penurunan omzet ini lebih pada semakin ketatnya persaingan. Mungkin karena semakin banyak toko online dan saat ini belanja online itu sedang tren,” tukasnya. Konsumen lebih banyak memilih belanja online, jadi mereka tidak perlu pergi kemana – mana dan barang sudah diantar ke rumah.

Selain itu lesunya ekonomi saat ini, masih berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Masyarakat mengurangi berbelanja kebutuhan tersier, untuk memenuhi kebutuhan primer terlebih dahulu. Jadi saat Nyepi, memang tidak seramai  Hari Raya Galungan. Konsumen lebih memilih memanfaatkan busana adat yang sudah dimiliki dan tidak membeli yang baru.  (pur)