Pemulihan Pariwisata, ’’Stakeholder’’ Pariwisata mesti Tampilkan Produk Bersaing

Wisatawan yang berlibur ke Bali.

Gianyar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali menghadapi persaingan global yang sangat. Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Asita Bali, Komang Takuaki Banuartha  Minggu (4/3) mengatakan di tengah masa pemulihan akibat erupsi Gunung Agung pelaku pariwisata Bali mesti menampilkan produk bersaing sesuai kebuhan wisatawan.

Diungkapkannya, saat ini merupakan  musim sepi sehingga kompetitor ini mesti bersaing. Pasar pariwisata Bali termasuk pasar Jepang sangat fleksibel dalam pemilihan kamar hotel.
Owner Sari Tour ini menjelaskan wisatawan Jepang sangat fanatik dengan hotel yang sebelumnya mereka gunakan. Tarif kamar tidak terlalu dipermasalahkan tergantung perekonomian mereka.
Dipaparkannya, wisatawan Jepang ada memilih kamar yang mahal dan ada kamar yang murah. Dalam situasi erupsi Gunung Gunung, mereka berharap  perlakuan berbedaan harga kamar di Bali bisa lebih murah. Harga kamar dengan diskon khusus ini untuk menarik wisatawan dalam kondisi pemulihan pariwisata Bali.
Lebih lanjut dikatakannya,  paket menginap dengan harga khusus ini tentu lebih murah dibandingkan saat pariwisata Bali dalam kondisi normal. Ini misalnya paket menginap wisatawan 3 hari 2 malam dengan biaya menginap 1 malam free.
Menurutnya, paket menginap khusus ini bisa terwujud atas kerjasama biro perjalanan wisata (BPW) dengan hotel yang memberikan diskon tersebut. Harga kamar diskon bukan berarti wisatawan akan diminta uang tambahan atau standar kualitas layanan tidak akan berkurang.   (kup)