Akuaponik, Teknik Budi Daya Hemat Lahan dan Air

 AKUAPONIK – Budi daya dengan akuaponik yang ada di Kota Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – Akuaponik secara sederhana dapat diartikan sebagai sistem terpadu antara akuakultur (budi daya ikan) dan hidroponik (budi daya tanaman non-tanah). Atau teknologi budi daya yang mengkombinasikan pemeliharaan ikan dengan tanaman. Sejak tahun 2005 teknik budi daya ikan air tawar dengan sistem akuaponik telah dikembangkan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Air Tawar, Bogor sebagai solusi dari makin terbatasnya lahan dan sumber air bagi kegiatan budi daya ikan khususnya di perkotaan.

Kepala Dinas Perikanan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ir. AAG Bayu Brahmasta, M.Ma., didampingi Kabid Pengelolaan Budi Daya, Drh. Luh Suri Urpini  belum lama ini menegaskan dengan teknologi akuaponik, pencemaran air akibat limbah‎ budi daya (sisa pakan dan metabolisme ikan, penyebab tingginya N dan P dalam air) akan diserap dan dimanfaatkan oleh akar sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Akibat dari mekanisme tersebut, lanjut Bayu Brahmasta maka air yang digunakan sebagai media budi daya ikan akan terpurifikasi. Sehingga tidak perlu diganti selama periode pemeliharaan (hanya perlu ditambah untuk pengganti air yang hilang akibat penguapan).

”Akuaponik dapat dilakukan dalam berbagai skala. Baik skala rumah tangga maupun skala industri. Akan tetapi bahan dan cara pembuatan akuaponik relatif sama. Seperti pembuatan kolam disesuaikan dengan luas lahan, dapat dibuat dari beton, terpal, fiber. Wadah media tanam dapat digunakan berbagai jenis wadah seperti ember plastik, bak kayu yang dilapisi plastik/terpal, paralon, talang air. Media tanam batu apung, batu split, ijuk, sabut kelapa, arang kayu, arang batok. Pompa air dan pemipaan untuk kebutuhan distribusi air ke setiap tanaman. Jenis ikan hampir semua jenis ikan air tawar, akan tetapi untuk efisiensi waktu dan nilai usaha sebaiknya dipilih komoditas yang memiliki pertumbuhan cepat dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Jenis tanaman , jenis tanaman semusim yang tahan hidup pada media berkadar air tinggi seperti kangkung, caisin, pokcai, selada, kalian, cabai, terong, tomat, dan tanaman bunga,” katanya sambil menjelaskan cara perawatan tidak memerlukan perawatan khusus, karena hampir sama dengan cara budi daya ikan dan tanaman pada umumnya.

Namun demikian, kata Bayu Brahmasta, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya lokasi harus cukup mendapat sinar matahari, pipa paralon tidak tersumbat, sehingga suplai air ke setiap tanaman terjamin, tidak menggunakan pupuk atau pestisida. Bila jatuh/larut dalam air dapat meracuni ikan, dan pemberian pakan ikan dilakukan secukupnya. ”Waktu budi daya, siklus budi daya tergantung dari jenis ikan dan tanaman yang dibudidayakan,” tegasnya.

Kota Denpasar dengan makin terbatasnya lahan dan sumber air sangat cocok menerapkan sistem akuaponik untuk kegiatan budi daya ikan. Sistem akuaponik sudah mulai dikembangkan oleh pembudi daya ikan di Kota Denpasar. Salah satu kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) di Kota Denpasar yang sudah menerapkan sistem akuaponik yaitu Pokdakan Bina Mina Mandiri, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara. Pokdakan Bina Mina Mandiri mengembangkan sistem aquaponik yakni mengkombinasikan budi daya ikan lele dan tanaman sayur-sayuran. Secara ekonomis, budi daya ikan sistem akuaponik dapat meningkatkan produksi dan produktivitas usaha budi daya ikan dan tanaman sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudi daya. (ad 0.244)