RAT KSU Pemogan, Mampu Bersaing dan Kuatkan Modal Sendiri

 RAT - Manager Utama KSU Pemogan Dewa Bagus Putu Budha sedang melaporkan kinerja tahun 2017 saat RAT yang dihadiri ratusan anggota. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Koperasi yang mampu bersaing saat ini dengan modal sendiri. Beda dengan mengandalkan modal pihak ketiga yang bunganya cukup tinggi, maka koperasi khususnya KSP menjual ke anggota secara otomatis juga tinggi. Oleh karena itu, pengurus selaku pengelola koperasi harus berlomba-lomba menggalang modal sendiri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., didampingi Manager Utama KSU Pemogan, Dewa Bagus Putu Budha, di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU Pemogan tahun buku 2017 baru-baru ini di aula Barong Dance Suwung Denpasar Selatan mengatakan, persaingan bisnis jasa keuangan saat ini cukup ketat, mulai dari bank umum, lembaga keuangan mikro (LKM) dan jasa bisnis keuangan lainnya memberikan bunga pinjaman cukup rendah. Jika KSP tidak mampu memberikan pelayanan dan bunga bersaing, maka dikhawatirkan akan ditinggal nasabah (anggota). Maka itu, satu-satunya KSP mampu mengumpulkan modal sendiri sebanyak-banyaknya. ”Makin banyak mampu menggalang modal sendiri, maka KSP makin minded. Karena modal sendiri tentu bunganya rendah dan kembali dikucurkan menjadi pinjaman kepada anggota dengan bunga rendah juga. Jika hal ini terjadi, maka KSP yakin mampu bersaing,” tegas Erwin.

Sementara itu, Dewa Bagus Putu Budha, menegaskan untuk tahun 2017 sudah mulai menggali modal sendiri sebanyak-banyaknya. Bahkan, tahun sama juga dilakukan pengembalian pinjaman pihak ketiga, sehingga saat ini KSU Pemogan tidak punya utang di bank atau pembiayaan lainnya. ”Kita terus meningkatkan modal sendiri, sehingga mampu memberikan kembali berupa pinjaman kepada anggota dengan bunga rendah. Sampai saat ini ‎jumlah anggota KSU Pemogan 2.141 orang bertambah 161 orang dibandingkan jumlah tahun sebelumnya.

Aset tahun 2017 sebesar Rp 79,8 miliar lebih bertumbuh 15,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan modal sendiri Rp 10,8 miliar lebih naik 13,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana sumber modal sendiri bersumber dari simpanan pokok simpanan wajib, cadangan, donasi dan SHU tahun berjalan,” jelasnya, sambil menyebutkan SHU tahun buku 2017 sebesar Rp 2,4 miliar lebih.(sta)