Harga Rumah Subsidi Rp 148 Juta REI tak Terpengaruh Skema SSB dan FLPP

Denpasar (Bisnis Bali) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Bali optimis adanya skema subsidi selisih bunga (SSB) yang diterapkan BTN dan skema lain fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang diterapkan perbankan untuk kepemilikan rumah subsidi tidak akan mempengaruhi penjualan maupun permintaan masyarakat. Kedua skema mampu berjalan beriringan untuk membantu masyarakat yang ingin memiliki kredit perumahan rumah (KPR).

“Terlebih harga perumahan subsidi atau rumah murah di Bali naik dari Rp 141,7 juta menjadi Rp 148 juta mulai 2018,” kata Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura, Sanur.

Ia mengatakan, pada dasarnya skema SSB dan FLPP tersebut tidak terlalu banyak berpengaruh kepada anggota REI selaku developer. Di luar itu semua, pihaknya kini sedang melakukan sosialisasi terkait kenaikan harga rumah subsidi yang memang lazin setiap tahunnya di kisaran 5 persen, dan akan menyesuaikan dengan keputusan pemerintah melalui PUPERA.

“Kami prediksi peminatnya akan masih tinggi dan harga rumah FLPP ini pun masih terjangkau di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 64 Tahun 2016,” ujarnya.

Pande menilai antusias masyarakat untuk memiliki rumah dengan pasaran Rp 300 juta masih cukup tinggi sehingga rumah dengan Rp148 juta tentu akan masih dicari. Target DPD REI Bali untuk rumah murah ini pun masih sama pada 2018 yakni 3.500 unit.

Sebelumnya Branch Manager BTN Kantor Cabang Denpasar, Agung Koman Tri Martha W. mengakui pihaknya tidak lagi sebagai bank pelaksana atau ikut membiayai FLPP pada 2018. Kendati demikian, bank pelat merah ini masih optimis pembiayaan KPR di Bali masih mampu tumbuh. (dik)