Per 1 Maret 2018, PDAM Buleleng  Sesuaikan Tarif Air Minum

Suasana jumpa pers PDAM Buleleng dalam rangka penyesuaian tarif air minum.  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Dalam upaya memberikan pelayanan air minum secara kontinyu kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, serta kualitas yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, tidak terlepas dari biaya operasional dan

Pemeliharaan, sehingga besar kecilnya biaya operasional dan pemeliharaan sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber daya air yang ada, sumber daya manusia yang dimiliki, sistem penyediaan air minum yang diterapkan,  serta kemampuan dana atau permodalan PDAM.

Apalagi, upaya-upaya investasi untuk memperluas jangkauan wilayah pelayanan, serta memperluas kawasan air siap minum memerlukan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, agar tercapai sasaran pembangunan, khususnya pelayanan air minum di Kabupaten Buleleng, mulai 1 Maret 2018, PDAM Kabupaten Buleleng akan menyesuaikan tarif air minum di luar biaya abonemen sebesar 10 persen dari tarif yang berlaku saat ini. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PDAM Kabupaten Buleleng, Made Lestariana, dalam jumpa pers sosialisasi penyesuaian tarif air minum, di Gedung Serba Guna PDAM Buleleng, Selasa (13/2).

Lestariana menerangkan, penyesuaian tarif air minum ini sesuai dengan komitmen PDAM senantiasa menjaga serta meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas pelayanan. Selain itu, dikarenakan adanya kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan yang diakibatkan oleh kenaikan harga barang-barang atau material, kenaikan ongkos-ongkos kerja, keterbatasan dana perusahaan dalam rangka investasi

pengembangan kapasitas produksi, serta perluasan jaringan pipa guna peningkatan cakupan pelayanan. “Mulai 1 Maret 2018 kami akan menyesuaikan tarif air minum (biaya abonemen tetap) sesuai klasifikasi pelanggan dan tingkat pemakaian air, namun kami sosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat pelanggan air minum,” ungkapnya.  (ira)