Penanganan Bencana, Promosi bagi Pariwisata Bali

 YAKIN – Pariwisata Bali harus mampu meyakinkan wisatawan di pasar mancanegara bahwa Bali memiliki sistem kegawatdaruratan dengan baik.

Denpasar (Bisnis Bali) – Walaupun dihadapkan dengan erupsi Gunung Agung, Bali mampu menangani para pengungsi di daerah rawan bencana. Hal ini mampu meyakinkan wisatawan, bahwa Bali mampu menangani masalah kedaruratan sehingga menjadi bagian promosi bagi pariwisata Bali.

Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Senin (29/1) mengatakan, penanganan bencana yang optimal di Bali, belum disampaikan ke pasar mancanegara. Padahal, ini memiliki nilai jual karena Bali mampu menangani pengungsi Gunung Agung dengan baik.

Ia menjelaskan, tidak ada pengungsi yang tercecer. Patut disyukuri, saat Gunung Agung erupsi tidak ada korban jiwa.

Dipaparkannya, Bali membuktikan mampu memobilisasi 56.000  orang pengungsi dalam waktu tertentu. Ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

Lebih lanjut dikatakannya, secara logistik pengungsi baik makan dan minum selalu tercukupi. Bantuan swadaya masyarakat umtuk para pengungsi sangat luar biasa.

Menurutnya, apabila hal ini mampu diinformasikan secara benar, pasar pariwisata Bali akan mempunyai keyakinan terhadap Bali. Pariwisata Bali telah memiliki sistem kegawatdaruratan yang prima. “Ini tentu akan diakui dunia,” katanya.

Penanganan pengungsi yang prima akan membuat wisatawan berani berlibur ke Bali. Saat ini Bali mampu menangani 76 ribu pengungsi yang mampu dikelola dengan baik. Ini contoh seandainya wisatawan di Bali kembali terjadi erupsi akan tertangani dengan baik. Di daerah rawan mampu ditangani dengan baik, apalagi di daerah yang aman tentu juga akan tertangani dengan baik. (kup)