PMI Denpasar Gelar Mukerkot VII Bahas Program Strategis Tingkatkan Kader Relawan Kemanusiaan

Peserta foto bersama dalam pelaksanaan Mukerkot VII PMI Denpasar, di aula pertemuan Gedung PPTI Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali)- Peningkatan program strategis Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar belum lama ini menggelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) VII bertempat di aula pertemuan Gedung PPTI Denpasar. Mukerkot melakukan evaluasi hingga pembahas bersifat strategis dibuka Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, I.B Joni Ariwibawa bersama Ketua PMI Denpasar, DR. I Made Sudhana Satrigraha.

 Acara ditandai dengan pemukulan gong. Dalam acara tersebut dihadiri OPD terkait Pemkot Denpasar dan hadir pula Wakil Ketua I Bidang Organisasi PMI Provinsi Bali, I Gusti Anom Lanang M Rudriarta.

Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Pelaksana BPBD Denpasar, I.B Joni Ariwibawa mengatakan, Mukerkot menjadi momen penting untuk meninjau kembali apa yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, dan merencanakan kembali apa yang akan dilaksankan. Pembentukan kader-kader relawan kemanusiaan juga harus tetap ditingkatkan dan dilestarikan secara berkesinambungan. Hal ini tak terlepas dari keberadaan PMI lewat peran aktifnya masih sangat dibutuhkan dalam hal penanggulangan bencana dan donor darah.

Di samping itu, permasalahan sosial yang berimplikasi munculnya berbagai dampak yang dapat menggangu harmoni kehidupan masyarakat dengan ketersediaan kader relawan perlu selalu dibentuk dan dipupuk. Peningkatan kader relawan ini dapat merangkul peran serta remaja seperti Palang Merah Remaja (PMR), kalangan mahasiswa melalui Korp Sukarela (KSR) serta relawan perorangan yang disebut Tenaga Sukarela (TSR). Dijelaskan juga bahwa saat ini pengabdian PMI telah memiliki kekuatan hukum dan dilindungi pemerintah dengan telah disahkannya Undang Undang Kepalangmerahan. Keterlibatan PMI yang terkadang penuh risiko tidak menyurutkan pengabdiannya di masyarakat. Tindakan PMI sebagai mitra pemerintah dalam menangani berbagai masalah sosial dan korban bencana alam di berbagai daerah menggugah kesadaran masyarakat untuk saling membantu.

Medan pengabdian PMI akan terus bertambah dan berkembang sejalan dengan timbulnya permasalahan-permasalahan baru di tengah-tengah masyarakat. ‘’Mari kita dorong dan kita lahirkan pejuang-pejuang kemanusiaan dengan rasa kebanggaan bersama seperti dalam pepatah pejuang kita ‘’Patah tumbuh, hilang berganti,’’ tandasnya. (sta)