Pemkab Bolang Mongondow Timur Belajar Tata Kelola Sampah di Denpasar

Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bertukar cinderamata dengan Wakil Bupati Bolang Mongondow Timur, Rusdi Gumalangit saat kunjungan Jajaran Pemerintah Kabupaten Bolang Mongondow Timur ke Kantor Walikota Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) –  Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menerima kunjungan Jajaran Pemerintah Kabupaten Bolang Mongondow Timur yang dipimpin Wakil Bupati, Rusdi Gumalangit didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bolang Mongondow Timur, Marsaole Mamonto, belum lama ini, di kantor Wali Kota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Jaya Negara  berterimakasih terhadap rombongan Jajaran Pemerintah Kabupaten Bolang Mongondow Timur.  Diharapkannya pertemuan ini dapat menjalin persaudaraan dan kerja sama strategis antarkedua daerah. Dalam kunjugannya kali ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Bolang Mongondow Timur hendak mempelajari bagaimana metode Pemkot Denpasar dalam mengelola sampah serta dibahas juga bagaimana penerapan hukum adat di Kota Denpasar.

Di Katakan Pemkot Denpasar telah melakukan sejumlah terobosan terkait penanganan sampah. Sejumlah terobosan tersebut di antaranya dibuatnya Bank Sampah dan Depo Sampah di setiap desa dan kelurahan serta pemberlakuan jam pembuangan sampah setiap harinya. Penanganan sampah di Kota Denpasar saat ini sendiri telah berbasis teknologi.

“Di sejumlah kawasan subak di Kota Denpasar juga telah diberdayakan pemanfaatan dan pemilahan sampah yang diolah menjadi pupuk dan pakan untuk ternak. Semuanya dikelola langsung oleh masyarakat desa/kelurahan. Terkait regulasi penanganan sampah di Kota Denpasar juga telah dituangkan melalui Perda Kota Denpasar No 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum Kota Denpasar dan Perda Kota Denpasar No 3 tahun 2015 Tentang Pengelolaan Sampah di mana para pelanggar akan dikenai sanksi tegas yang diputuskan melalui pelaksanaan sidang tipiring,” ujar Jaya Negara.

Terkait hukum adat, sama dengan daerah lainnya di Bali, Kota Denpasar juga menerapkan apa yang disebut dengan awig- awig di setiap desa adat di Kota Denpasar. “Pemerintah Kota Denpasar juga telah menyiapkan Perda Pelestarian Budaya sebagai suatu payung hukum terkait budaya dan adat. Berbagai permasalahan adat di Kota Denpasar juga telah tertagani dnegan baik dengan dibentuknya Majelis Madya serta Sabha Upadesa. Forum- forum ini menjadi penghubung antara Pemkot Denpasar dengan masyarakat adat,” kata Jaya Negara.

Wakil Bupati, Rusdi Gumalangit mengatakan banyak hal yang dipelajari dalam kunjungan Pemkab Bolang Mongondow Timur ke Pemkot Denpasar, di antaranya bagaimana cara Pemkot Denpasar dalam menangani permasalahan sampah. “Dengan penduduknya yang heterogen, meskipun kondisi luas wilayah dan kepadatan penduduk beda dengan daerah kami, tentu dapat ditiru dan diadopsi bagaimana berjalan dengan baiknya inovasi- inovasi dari Pemkot Denpasar dalam menangani permaslahan sampah,” ujar Rusdi Gumalangit. (sta)