Serangkaian HUT Ke-8 Mangupura Gede Prama Beri Siraman Rohani  

istROHANI - Sekkab Badung Adi Arnawa saat menghadiri acara siraman rohani dengan mengahadirkan rohaniwan Guru Gede Prama, Rabu (15/11) kemarin di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.

SERANGKAIAN HUT ke-8 ibu kota Kabupaten Badung Mangupura, Pemkab Badung mengadakan acara Siraman Rohani dengan menghadirkan rohaniwan Guru Gede Prama, Rabu (15/11) kemarin di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Kegiatan tersebut dihadiri Sekkab Badung I Wayan Adi Arnawa beserta pimpinan perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Badung, para camat, perbekel/lurah, serta ASN di lingkungan Pemkab Badung. Sebelum siraman rohani, ditampilkan nyanyian lagu rohani yang dibawakan oleh Agung Oca.

Sekkab Badung Adi Arnawa menyampaikan, merupakan sebuah kehormatan bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Badung, karena hadirnya Guru Gede Prama yang biasa memberikan siraman rohani melalui media televisi dan saat ini Beliau hadir di tengah-tengah ASN Badung guna memberikan pencerahan, siraman rohani. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari HUT ke-8 ibu kota Badung, Mangupura tahun ini. Menurutnya, dalam kegiatan rutinitas di Pemkab Badung ini tidak cukup dengan kegiatan yang bersifat kedinasan, namun hidup ini diperlukan satu siraman rohani dalam rangka menjalankan swadarma kita sebagai ASN dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Melalui siraman rohani ini, ASN Badung kami harapkan dapat memahami dan mengimplementasikan tuntunan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari, terutamanya dalam memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat berlandaskan Dharma,” katanya.

Pohon Penyejuk Dalam siraman rohaninya Gede Prama menyampaikan sebuah tema yaitu belajar menjadi pohon penyejuk bagi diri sendiri, bagi keluarga dan bagi masyarakat. Dijelaskan, belajar menjadi pohon penyejuk bagi diri sendiri dapat dilakukan dengan senyuman positif serta percakapan positif dan indah di dalam diri. “Menjadi pelayan yang indah bagi masyarakat dan di dalam hati, caranya dengan percakapan yang indah,” katanya. Kedua, belajar menjadi pohon penyejuk bagi keluarga, dengan menyiapkan sikap mental yang baik, saling memaafkan dan pancarkan energi penerimaan. Ketiga, belajar menjadi pohon penyejuk bagi masyarakat, kita harus bisa saling memaafkan dan memberikan cinta kasih, sehingga diharapkan kabupaten badung dan Pulau Bali akan menjadi pulau yang penuh senyuman. (ad 2.107)