Wisata Golf Berpeluang  Garap Wisatawan Berkualitas

17
GOLF - Wisata golf sebagai bagian wisata minat khusus untuk menjaring wisatawan berkualitas yang berlibur ke Bali. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Bali berpeluang mengembangkan wisata minat khusus di antaranya sport tourism dan wisata kuliner. Pengembangan wisata minat khusus seperti wisata golf akan mampu menggaet wisatawan berkualitas.

Ketua Apindo Bali, Panudiana Kuhn Senin (13/11) mengatakan, wisata golf khususnya di Bali sudah cukup berkembang. Di Bali ada sekitar 6 lapangan golf. Saat ini 5 lapangan golf beroperasi dan satu lapangan golf masih dalam tahap renovasi.

Ia menjelaskan, wisata golf ini sudah cukup berkembang. Hanya saja wisata minat khusus seperti wisata golf ini masih sangat kurang dipromosikan ke pasar mancanegara.

Dipaparkannya, wisatawan minat khusus yang mengikuti wisata golf di Bali rata-rata menginap di hotel bintang 4 dan hotel bintang 5. Ini menunjukkan wisatawan yang mengikuti wisata golf merupakan wisatawan berkualitas. “Penggarapan wisata golf ini akan sesuai dengan program pemerintah dalam menggarap wisatawan berkualitas. Lebih lanjut dikatakannya, pengeluaran wisatawan golf ini bisa mencapai 5-6 kali wisatawan biasa. Wisatawan biasa hanya 1.200 dolar AS sekali kunjungan. Sementara wisatawan minat khusus seperti golfer pengeluarannya bisa mencapai 5.000 dolar AS sampai 6.000 dolar AS dalam sekali kunjungan ke Bali.

Menurutnya, pesaing Bali dalam penggarapan wisata golf adalah Thailand dan Cina (Tiongkok). Di Cina sedang dikembangkan resort-resort yang dilengkapi hampir 100 lapangan golf. Ia menilai Bali memiliki karakter tersendiri dalam pengembangan wisata golf. Selain bermain golf, wisatawan minat khusus ini bisa menikmati daya tarik dan objek wisata baru di Bali seperti GWK, Taman Safari Marine Park, dan daya tarik lainnya.

Kuhn meyakinkan, wisatawan minat khusus akan puas berlibur di Bali. Mereka juga bisa menikmati wisata kuliner di Bali. Di Bali sudah tumbuh rumah makan dan restoran yang terkenal dan sudah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Ia melihat pengembangan wisata minat khusus seperti wisata golf ini akan berdampak sifnifikan terhadap pariwisata dan perekonomian Bali. Pengembangan lapangan golf seperti di Pecatu mengubah tanah gersang menjadi hijau. (kup)