Kinerja Bank Membaik, OJK Harap NPL bisa Terpangkas

32

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja perbankan khususnya bank umum di Bali menunjukkan perbaikan. Untuk itu, OJK berharap rasio kredit bermasalah atau nonpermorming loan (NPL) bisa terpangkas.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Hizbullah di Sanur mengatakan, kinerja bank umum di Pulau Dewata posisi terakhir pada September 2017 meningkat dibandingkan posisi yang sama pada 2016. Itu terlihat dari total aset mengalami peningkatan 10,44 persen. Begitu pula di sisi penyaluran kredit mampu tumbuh 7,22 persen dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 10,34 persen.

“Membaiknya kinerja perbankan di Bali patut direspons positif karena kini ada peluang NPL juga bisa diturunkan,” sarannya.

Untuk itu, OJK berharap NPL agar dapat diturunkan dengan melakukan pengelolaan kredit yang baik serta melakukan pemantauan terhadap debitur-debitur yang kreditnya berpotensi menjadi NPL. Perbankan juga didiharapkan memperhatikan kredit-kredit baru yang disalurkan agar tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian agar tidak menjadi masalah pada tahun-tahun  mendatang.

Sebelumnya Deputi Direktur Pengawas LJK 2 dan Perizinan OJK Regional 8 Bali Nusra Rochman Pamungkas mengatakan, bila dibandingkan Agustus, kinerja bank umum sudah makin membaik pada September ini. Berdasarkan perkembangan kinerja perbankan hingga Agustus 2017 sempat terjadi masalah di fungsi intermediasi. Itu terlihat dari mudahnya perbankan untuk menghimpun dana pihak ketiga namun tidak bisa menyalurkan kredit sesuai dana yang dihimpun.

“Tingginya DPK namun kecilnya penyaluran kredit terjadi karena bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit dan rasio kredit bermasalah (masih tergolong tinggi). Ini yang menuntut pengelola bank lebih konsentrasi menekan NPL agar tidak tinggi,” ujarnya. (dik)