Denpasar (Bisnis Bali) – Para perajin endek di Bali makin kreatif, setelah endek booming beberapa tahun belakangan ini. Beragam inovasi dilakukan para perajin endek, agar kain jenis ini tidak terkesan monoton dan membuat konsumen menjadi jenuh. Jika sebelumnya ada endek 3D, saat ini sudah diluncurkan inovasi endek terbaru yaitu, endek 4D.

Endek 4D digagas oleh AA Sagung Intan Purnamasari, pemilik butik Gyaneshwara yang ingin menciptakan endek dengan kualitas terbaik. Tren baru pun selalu diciptakan, untuk menarik minat konsumen, diakhir 2017 diluncurkan endek 4D yang diharapkan menjadi booming seperti halnya endek 3D.

Melihat endek 4D sepintas tampak mirip dengan endek 3D, namun dari segi motif dan proses pembuatan sedikit berbeda. “Kalau sepintas orang lihat memang dikira sama dengan endek 3D,  dari segi motif  juga terlihat menonjol seperti halnya endek 3D. Karena proses finising juga sama dengan endek 3D yaitu, dengan airbrush yang membuat motif terlihat menonjol,” terangnya.

Hal yang membedakannya dengan endek 3D adalah teknik penenunannya. “Endek 4D proses tenunnya sama kaya  menbuat endek double ikat. Jadi dia lebih tebal dan kualitasnya jauh lebih bagus,” tandasnya. Jadi perbedaannya pada proses penenunan yang berpengaruh pada kualitas produk.

Sementara dari segi motif masih menggunakan motif canang, daun dan bunga jepun, yang mampu memikat hati masyarakat Bali. Pengerjaan endek 4D ini, lebih sulit dari endek 3D apalagi endek biasa, terutama dalam pewarnaan dan proses melukis dengan airbrush.  (pur)