2018, Kebaya Ceruty Diprediksi tetap Tren

80
ist

Denpasar (Bisnis Bali) –  Kebaya berbahan Ceruty hingga kini cenderung digemari konsumen dan diprediksi tetap menjadi tren di 2018 mendatang, karena bahan ini cukup lembut dan nyaman dipakai. “Seratnya bertekstur elastis serta material Ceruty lebih banyak mengandung sutra dibandingkan chiffon dan hycon, yang membuat tampilannya lebih mewah,” ujar Riska, salah seorang pengelola butik kebaya, di kawasan Denpasar, belum lama ini.

Lanjutnya, kebaya modifikasi berbahan ceruty saat ini menjadi salah satu fashion yang banyak diminati oleh semua kalangan wanita, yakni selain dipakai untuk sembahyang, juga untuk menghadiri acara pernikahan, hingga acara wisuda.

Katanya, dengan penanganan yang tepat dan menyesuaikan bahan baku, tidak selalu membutuhkan kain mahal untuk bisa mendapatkan pakaian atau kebaya modifikasi dengan tampilan mewah,” ujarnya.

Katanya, kebaya akan menjadi mahal jika didesain khusus, spesial dan dengan teknik tertentu. Misalnya, kebaya modifikasi berbahan Ceruty ini pihaknya jual mulai Rp 550.000 per pcs.

‘’Kebaya merupakan pakaian khas yang diakui secara nasional dan daerah dengan warna, desain dan motif-motif yang kian beragam serta kaya inovasi saat ini,’’ jelasnya.

Terlebih, produsen kebaya saat ini fokus mengerjakan kebaya modifikasi, sehingga membuat persaingan usaha kebaya yang bersegmen pasar ekonomi menengah ke atas cukup ketat belakangan ini.

Hal senada diungkapkan Yunita, pengelola butik kebaya lainnya. Katanya, tidak sedikit kain kebaya yang harganya relatif terjangkau, tapi dengan desain khusus bisa menjadi kebaya mewah.

Hal ini, lanjutnya, membutuhkan penanganan tersendiri, tidak sekadar jahit dan jadi, yakni dibutuhkan sentuhan aplikasi untuk menjadi kebaya modifikasi mewah. ‘’Saat ini kebaya modifikasi lebih banyak dipilih karena desainnya bisa disesuaikan dengan keinginan,’’ ungkapnya.

Selain itu, tampilannya sendiri akan menjadi berbeda, jauh lebih bagus dari hanya menjahit biasa. ‘’Hanya saja biaya untuk kebaya aplikasi atau modifikasi menjadi mahal, karena pengerjaannya sendiri lebih detail dan membutuhkan waktu lebih lama,’’ jelasnya.

Misalnya, kebaya berbahan Ceruty belakangan ini cukup diminati pasar dengan desain menggunakan pernak-pernik payet mencolok dan variasi bordiran.

Selain kebaya Ceruty, pihaknya juga menyediakan kebaya Beff berbahan sutra 54 yang dimodifikasi dengan pinggiran brokat, mulai dari kerah, dada, hingga di lengan.

Katanya, brokat yang glamour ini cukup banyak digunakan sebagai bahan kebaya modern.

‘’Brokat terbaik diproduksi oleh negara Prancis, namun sekarang India dan Indonesia pun sudah mampu memproduksi dengan kualitas cukup bagus,” katanya.

Pola-pola brokat juga masih berkisar pada motif floral dan masih jarang yang menggunakan motif abstrak. (aya)