Penutupan BPR KS Bali Agung Sedana tak Berdampak Sistemik

61

Denpasar (Bisnis Bali) ‚Äď¬ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui keputusan dewan komisioner telah melakukan pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat KS Bali Agung Sedana. Penutupan BPR KS Bali Agung Sedana tidak akan berdampak sistemik dengan BPR lain di Bali.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah, Selasa (7/11) mengatakan, sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, BPR KS Bali Agung Sedana tersebut telah masuk status bank dalam pengawasan khusus sejak tanggal 12 April 2017. Salah satu permasalahan BPR ini karena kesulitan permodalan.

Hizbullah menjelaskan, BPR KS Bali Agung Sedana ditutup juga karena alasan kesalahan dalam pengelolaan manajemen. Selain itu BPR tersebut tidak mampu menambah modal sesuai yang dipersyaratkan. BPR BPR KS Bali Agung Sedana juga mengalami kerugian.

Dipaparkannya, penutupan BPR KS Bali Agung Sedana tidak akan berdampak pada BPR lain di Bali. OJK melakukan penutupan izin usaha bank tentu melalui proses dan tahapan termasuk proses pengawasan khusus.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR KS ini ditutup lebih banyak akibat kesalahan dalam manajemen pengelolaan bank. BPR KS menangung kerugian sampai Rp 15 miliar akibat kesalahan pengelolaan bank.

Ia menegaskan, penutupan BPR KS tidak akan berdampak sistemik dengan BPR lain di Bali. Ini karena BPR KS beraset kecil, dan masyarakat paham dengan kondisi BPR KS. (kup)