Gunung Agung Turun Status, BPPD di Bali Geber Promosi

64
kupPROMOSI - BPPD Denpasar melaksanakan sales mission di Seoul dengan mengundang travel agent dan media lokal di Korea Selatan (Korsel) menginformasikan status Gunung Agung turun dari level 4 ke level 3.

Status awas yang disandang Gunung Agung sebelumnya membuat pariwisata Bali terlihat lesu. Kini ketika status Gunung Agung turun menjadi level siaga, bagaimana upaya stakeholder pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) di Bali untuk kembali menggeber pariwisata Bali? Berikut laporannya.

PENINGKATAN aktivitas vulkanik Gunung Agung menjadi cobaan yang cukup berat dihadapi pariwisata Bali. Status awas yang disandang Gunung Agung membuat wisatawan menunda untuk berlibur ke Bali.
Berita hoax yang menyebutkan Gunung Agung erupsi memberikan andil besar untuk penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. PHRI Bali mencatat terjadi penurunan atau pembatalan pemesanan kamar 20-30 persen ketika Gunung Agung masuk status awas.
Penurunan status Gunung Agung dari level IV (awas) menjadi level III (siaga) diumumkan pada Minggu (29/10)  oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) diyakinkan akan mendorong kembali kunjungan wisatawan ke Bali.
Kini status Gunung Agung sudah turun level menuju normal. Ini merupakan momen bagi stakeholder pariwisata bersama BPPD untukmenggencarkan promosi.
Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar, Dr. Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc.S. yang memimpin rombongan promosi ke Korea Selatan mengatakan, peningkataan aktivitas vulkanik Gunung Agung sebelumnya sempat menghilangkan kepercayaan pasar pariwisata Bali. Guna mengembalikan kepercayaan pasar,  BPPD Denpasar melaksanakan sales mission di Seoul dengan mengundang travel agent dan media lokal di Korea Selatan (Korsel).
Ia menjelaskan, melalui promosi ini BPPD Denpasar ingin optimal menggarap pasar Korsel ke Bali termasuk ke Indonesia secara umum. Sebanyak 50 orang perwakilan travel agent dan 10 media lokal di Seoul menghadiri undangan BPPD Denpasar dalam acara Denpasar Sales Mission.
Kepala Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata Universitas Udayana ini memaparkan, BPPD Denpasar juga mengundang 30 travel agent. Promosi ini pertama bertujuan untuk mendengarkan promosi destinasi dan produk pariwisata Kota Denpasar dalam format table top.
Lebih lanjut dikatakannya, BPPD Denpasar juga memandang pasar Korsel juga penting mendapatkan informasi tentang situasi Gunung Agung saat ini. Masyarakat Seoul dan Korsel umumnya, dalam acara Denpasar Sales Mission ini diberikan penjelasan tentang turunnya status bahaya Gunung Agung dari awas menjadi siaga.
Ia meyakini, melalui informasi terkini Gunung Agung akan berimplikasi wisatawan berlibur ke Denpasar. Wisatawan Korsel bisa memahami Bali masih aman untuk dikunjungi. “Penjelasan tersebut mampu meyakinkan para media di Seoul untuk memberitakan status Gunung Agung yang lebih aman sehingga tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat Korsel untuk berkunjung ke Denpasar,” ucapnya.
BPPD Denpasar juga memberikan penjelasan surat pernyataan resmi turunnya level status Gunung Agung dan adanya tren yang terus menurun menuju kondisi normal.  Sangat luar biasa antusiasme media dan travel agent di Seoul untuk membantu mengembalikan kepercayaan pasar Korsel untuk berkunjung ke Bali dalam waktu dekat ini.
Agung Suryawan juga meyakinkan kesiapan industri pariwisata (GIPI Bali), Pemprov Bali dan Kementerian Pariwisata untuk menghadapi kemungkinan terburuk dengan membentuk task force yang akan membantu dan memfasilitasi evakuasi wisatawan sampai bisa kembali ke negara asalnya jika terjadi erupsi Gunung Agung.
Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya mengatakan, stakeholder pariwisata mesti mendekati pasar pariwisata guna menginformasikan penurunan kondisi  status Gunung Agung. Tingkat kewaspadaan terhadap kondisi Gunung Agung sudah diturunkan dari level 4 ke level 3. Selanjutnya, kondisi Gunung Agung diharapkan turun lagi ke level 2 dan level 1.
Ia menjelaskan, penurunan status Gunung Agung Agung ke level 3 mesti disampaikan ke pasar pasar pariwisata. Informasi penurunan status Gunung Agung akan makin meyakinkan dunia pariwisata bahwa Bali aman untuk dikunjungi.
Dipaparkannya, jika belum ada pergeseran status ini, pasar pariwisata Bali akan menunggu sampai kondisi Gunung Agung membaik. Ini sampai kondisi Gunung Agung aman untuk dikunjungi.
Dikatakaannya, penurunan status Gunung Agung ke level 3, akan mengubah anggapan wisatawan bahwa Bali akan jauh lebih aman. “Ini merupakan kuasa alam, masyarakat Bali berharap status Gunung Agung turun menuju kondisi normal,” ucapnya. (kup)