Lestarikan Sastra, Pemkot Denpasar kembali Gelar Utsawa Dharma Gita 2017

29
Pembukaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Kota Denpasar pada Sabtu (4/11) lalu, di Wantilan Desa Pakraman Intaran, Sanur. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) –  Gelaran Utsawa Dharma Gita Tingkat Kota Denpasar secara resmi dibuka pada Saniscara Pon Dunggulan, Sabtu (4/11) lalu, bertempat di Wantilan Desa Pakraman Intaran, Sanur, Denpasar Selatan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara yang hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira,  Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Camat Densel, I Wayan Budha, serta jajaran Widya Sabha Kota Denpasar.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengatakan, di era globalisasi dewasa ini, sastra hindu yang sudah dikenal diperuntukkan di setiap aktivitas masyarakat Hindu di Bali berguna untuk menjaga keajegan budaya Bali. “Untuk itulah Utsawa Dharma Gita sebagai  budaya leluhur patut dilestarikan oleh semua pihak dengan tujuan akhirnya mendukung Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berwawasan Budaya,” ujar Rai Iswara.

Sementara itu, Ketua Widya Sabha Kota Denpasar, I Made Suarta Wijaya mengatakan, penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita Tingkat Kota Denpasar bertujuan melestarikan sastra Agama Hindu yang merupakan roh dari Kebudayaan Bali.

“Beberapa materi yang dilombakan diantaranya Sloka oleh remaja dan dewasa, Palawakya oleh remaja dan dewasa, Kekawin oleh remaja dan dewasa, Macepat oleh anak- anak dan dewasa, Kidung oleh anak- anak, remaja dan dewasa, dan Dharma Wacana oleh dewasa,” ujarnya.

Lebih lanjut I Made Suarta Wijaya mengatakan, Utsawa Dharma Gita Tingkat Kota Denpasar 2017 ini diikuti oleh empat kecamatan se-Kota Denpasar, yakni masing- masing kecamatan terdiri dari 184 peserta. “Para juara Utsawa Dharma Gita tingkat kota ini nantinya akan kami bina menuju keikutsertaan dalam Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Bali,” tandasnya. (sta)