Denpasar (Bisnis Bali) – Kedux yang memiliki nama asli Nyoman Gede Sentana Putra merupakan pemilik dari rumah modifikasi motor Kedux Garage. Motor hasil garapannya beberapa kali menjadi juara di sejumlah even kontes motor nasional maupun mancanegara. Tidak terlepas dari nama NK13, yang begitu lekat dengan Pulau Dewata, Kedux merupakan salah satu creator muda asal Denpasar yang kini banyak menginspirasi generasi muda Bali untuk bisa menjadi mandiri dan berkreasi tanpa harus takut dengan namanya sebuah kegagalan.

Saat Tim Humas Kota Denpasar menemui sang creator Kedux di rumah modifikasinya yang beralamat di Jalan Nangka Selatan, Gang. 2 No. 7, Denpasar, Sabtu (4/11) lalu.  Tim Humas berbincang-bincang sejenak dengan Kedux mengenai bagaimana awal mula dia merintis usaha sebagai seorang creator modifikasi motor.

“Saya mengawali aktivitas di dunia motor sebagai builder dan melukis pinstripe di sebuah bengkel Harley dekat rumah pada 2006. Sedikit demi sedikit saya belajar mendesain motor, sampai kemudian seseorang disana meminta saya untuk belajar pinstripe. Segala macam majalah mengenai modifikasi motor saya lihat, sambil belajar menggambar pinstripe,” ungkap Kedux.

 Berawal dari sana, Kedux mulai menguasai keahlian mengenai pinstripe dan pada 2008 ia memulai usaha kecilnyanya sendiri dirumahnya dengan membuka sebuah bengkel cat motor dengan pinstripe custom seadanya. Dengan bermodal uang 600 ribu rupiah, Kedux memulai usahanya dan menghasilkan uang dari usaha yang dibuatnya sendiri dengan mendesain helm seorang customer, dan dibayar 700 ribu yang pengerjaan semuanya masih serba manual dengan menggunakan kuas.

Dari hasil uang itulah ia mulai membeli perlengkapan bengkelnya sedikit demi sedikit seperti oven, airbrush, dan lain-lain. Dari sanalah awal berdirinya Kedux Garage sampai saat ini.

“Awalnya hanya bermodal nekat saya meminjam uang di bank dan mulai mencoba sebuah membangun motor, karena di cat dan painstrip saja sudah kurang menantang bagi saya. Saya terus belajar dan mencoba hal-hal yang baru dengan tingkat tantangan yang meningkat, saya mencoba hal baru dan sampai akhirnya membuat sebuah motor custom,’’ jelasnya.

Lanjutnya, motor-motor yang pihaknya buat dengan tangannya sendiri mulai disukai oleh teman-temannya yang ada di komunitas kreatif NK13, dan mulai memesan untuk membuat sebuah motor custom.

‘’Saya juga rajin mengikuti even acara custom bike dari awal even di Bali, Indonesia sampai sekarang di Jepang. Hasil karya motor-motor custom bike sudah banyak disukai para pecinta motor custom,” ungkap Kedux. Selain motor, Kedux juga memproduksi sebuah merchandise dengan nama Clothing NK13 yang sudah menyasar pasaran internasional di luar Negeri sana, seperti di Amerika, Calivornia, dan Jepang.

Ini merupakan salah satu usaha kerasnya yang ia rintis dari bawah dan berani mencoba sesuatu hal yang baru. Dengan awal merintis dengan modal 600 ribu rupiah, kini Kedux memiliki omset mencapai ratusan juta.

Kedux berharap para generasi muda yang ada di Bali, khususnya generasi muda Denpasar untuk berani mencoba sesuatu yang baru dan sesuai dengan minat serta keahlian yang kalian punya. Jangan takut mencoba sesuatu yang menurut kalian bagus dan berguna untuk kalian, walaupun kalian di cemooh pada awalnya, karena ukuran kesuksesan itu tidak akan didapat secara instan, perlu banyak proses yang dilalui walaupun itu menyakitkan dan berat. Asalkan jangan lupa akan jati diri kalian sebagai orang Bali yang memiliki budaya.

 “Kepada Pemerintah Kota Denpasar, saya berharap pemerintah terus mendukung para generasi muda didalam bidang kreatifnya serta pemerintah bisa memberikan akses dan peluang seperti bagaimana mempromosikan kreasi yang sudah dihasilkan,’’ imbuhnya.

Selain itu, pemerintah tidak monoton di dalam membuka ruang kreatif bagi para generasi muda dan lebih bisa memberi ruang gerak yang luas selain yang sudah disediakan saat ini. ‘’Karena pemerintah merupakan orang tua bagi kami generasi muda untuk bisa maju dan terus berkreasi,” ujar Kedux. (sta)